5 komisioner KPU geruduk Bawaslu
Selasa, 06 November 2012 - 16:18 WIB
5 komisioner KPU geruduk Bawaslu
A
A
A
Sindonews.com - Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sore ini menyambangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengklarifikasi rekomendasi 12 partai politik untuk mengikuti verifikasi faktual.
Komisioner KPU yang datang ke Bawaslu antara lain, Sigit Pamungkas, Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, dan Ida Budhiati.
Menurut KPU, dalam hal ini belum saatnya Bawaslu mengambil putusan andai itu dikarenakan sengketa Pemilu.
"Jadi sore ini kami akan bertemu Bawaslu untuk mendengarkan penjelasan mereka, mengapa sampai pada kesimpulan demikian? Dalam pemahaman kita, kalau itu diletakkan dalam sengketa pemilu, seharusnya belum sampai pada kesimpulan itu," jelas Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012).
Sigit menegaskan, Bawaslu seharusnya bisa mempertemukan KPU dengan pihak yang merasa keberatan dengan verifikasi administrasi, bukan langsung memutuskan rekomendasi.
"Sampai dengan rekomendasi itu, kami tidak pernah dipertemukan dengan para pihak yang menyampaikan keberatan verifikasi," tukasnya.
Komisioner KPU yang datang ke Bawaslu antara lain, Sigit Pamungkas, Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, dan Ida Budhiati.
Menurut KPU, dalam hal ini belum saatnya Bawaslu mengambil putusan andai itu dikarenakan sengketa Pemilu.
"Jadi sore ini kami akan bertemu Bawaslu untuk mendengarkan penjelasan mereka, mengapa sampai pada kesimpulan demikian? Dalam pemahaman kita, kalau itu diletakkan dalam sengketa pemilu, seharusnya belum sampai pada kesimpulan itu," jelas Komisioner KPU Sigit Pamungkas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2012).
Sigit menegaskan, Bawaslu seharusnya bisa mempertemukan KPU dengan pihak yang merasa keberatan dengan verifikasi administrasi, bukan langsung memutuskan rekomendasi.
"Sampai dengan rekomendasi itu, kami tidak pernah dipertemukan dengan para pihak yang menyampaikan keberatan verifikasi," tukasnya.
(rsa)