Bawaslu loloskan 12 parpol untuk verifikasi faktual
Senin, 05 November 2012 - 15:32 WIB
Bawaslu loloskan 12 parpol untuk verifikasi faktual
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meloloskan 12 partai politik (Parpol) yang tidak lolos dalam verifikasi admnistrasi untuk ikut verifikasi faktual.
12 Parpol yang diloloskan Bawaslu untuk ikut verifikasi faktual adalah Partai Nasional Republik (NasRep), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Kedaulatan, Partai Republik, Partai Pengusaha Pekerja Indoneris (PPPI), Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Karya Republik (Pakar), Partai Kongres, dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
"Bawaslu sudah melakukan kajian terhadap keseluruhan data dan bukti yang diserahkan," jelas Ketua Bawaslu Muhammad, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
Atas hasil itu, dia meminta KPU untuk segera mengikutsertakan 12 Parpol tersebut untuk ikut verifikasi faktual.
"Ditindaklanjuti ke KPU agar mengikutsertakan dalam proses verifikasi faktual terhadap partai politik yang tidak lolos penelitian administrasi," jelas Muhammad.
12 Parpol yang diloloskan Bawaslu untuk ikut verifikasi faktual adalah Partai Nasional Republik (NasRep), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Kedaulatan, Partai Republik, Partai Pengusaha Pekerja Indoneris (PPPI), Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Karya Republik (Pakar), Partai Kongres, dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
"Bawaslu sudah melakukan kajian terhadap keseluruhan data dan bukti yang diserahkan," jelas Ketua Bawaslu Muhammad, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2012).
Atas hasil itu, dia meminta KPU untuk segera mengikutsertakan 12 Parpol tersebut untuk ikut verifikasi faktual.
"Ditindaklanjuti ke KPU agar mengikutsertakan dalam proses verifikasi faktual terhadap partai politik yang tidak lolos penelitian administrasi," jelas Muhammad.
(rsa)