30 UKM ramaikan pameran inkubator bisnis IPB
Sabtu, 03 November 2012 - 17:19 WIB
30 UKM ramaikan pameran inkubator bisnis IPB
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 30 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di wilayah Bogor, Tasikmalaya, Bekasi, Cianjur dan Sukabumi, ramaikan pameran inkubator bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) di halaman kampus Baranangsiang, Bogor.
"Bidang usaha peserta sebagian besar adalah pengolahan pangan 60 persen, diikuti pertanian termasuk peternakan dan perikanan 33 persen dan industri kreatif 7 persen," kata Manager Divisi Inkubator Bisnis IPB Rokhani Hasbullah saat ditemui dilokasi, Sabtu (3/11/2012).
Kegiatan ini, menurutnya, bertujuan untuk memudahkan para UKM dalam memperoleh akses permodalan dan pemasaran bisnisnya.
"Dalam kegiatan ini, selain mendatangkan lembaga pembiayaan baik dari perbankan maupun BUMN, pihaknya juga menghadirkan pengusaha ritel," katanya.
Diharapkan dengan didatangkan pengusaha ritel bisa membangun kemitraan antara UKM. "Sehingga nantinya kendala pemasaran dan permodalan tidak lagi menjadi alasan sulitnya UKM berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB Bambang Pramudya mengatakan, peran perguruan tinggi seperti IPB melalui inkubator bisnis yang dibentuk sejak 1994, bisa menumbuhkembangkan UKM yang inovatif, profesional dan berdaya saing.
"Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu pilar pendidikan yang dikembangkan IPB, mahasiswa dibekali pengetahuan praktek kewirausahaan baik melalui perkuliahan maupun kegiatan ekstrakurikuler dan magang di industri agar setelah lulus nanti, mereka tidak berpikir untuk mencari kerja tetapi mampu menciptakan kerja melalui usaha yang telah dirintisnya," katanya.
"Bidang usaha peserta sebagian besar adalah pengolahan pangan 60 persen, diikuti pertanian termasuk peternakan dan perikanan 33 persen dan industri kreatif 7 persen," kata Manager Divisi Inkubator Bisnis IPB Rokhani Hasbullah saat ditemui dilokasi, Sabtu (3/11/2012).
Kegiatan ini, menurutnya, bertujuan untuk memudahkan para UKM dalam memperoleh akses permodalan dan pemasaran bisnisnya.
"Dalam kegiatan ini, selain mendatangkan lembaga pembiayaan baik dari perbankan maupun BUMN, pihaknya juga menghadirkan pengusaha ritel," katanya.
Diharapkan dengan didatangkan pengusaha ritel bisa membangun kemitraan antara UKM. "Sehingga nantinya kendala pemasaran dan permodalan tidak lagi menjadi alasan sulitnya UKM berkembang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB Bambang Pramudya mengatakan, peran perguruan tinggi seperti IPB melalui inkubator bisnis yang dibentuk sejak 1994, bisa menumbuhkembangkan UKM yang inovatif, profesional dan berdaya saing.
"Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu pilar pendidikan yang dikembangkan IPB, mahasiswa dibekali pengetahuan praktek kewirausahaan baik melalui perkuliahan maupun kegiatan ekstrakurikuler dan magang di industri agar setelah lulus nanti, mereka tidak berpikir untuk mencari kerja tetapi mampu menciptakan kerja melalui usaha yang telah dirintisnya," katanya.
(mhd)