Demokrat, reshuffle masih jauh
Jum'at, 02 November 2012 - 13:03 WIB
Demokrat, reshuffle masih jauh
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat belum ingin mengambil tindakan apapun terkait munculnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
Meski Menpora dianggap telah melakukan pembiaran terhadap Sesmenpora Wafid Muharram, namun Demokrat menilai semua masih dalam batas dugaan.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan hasil audit BPK yang diserahkan ke Pimpinan DPR bukan sebuah proses hukum, sehingga pihaknya tetap menunggu hasil dari lembaga hukum yang menyatakan apakah Andi bersalah atau tidak.
Begitu pula soal kemungkian akan adanya reshuffle kabinet, menurut Max menjadi hak dan kewenangan Presiden. "Persoalan reshuffle masih jauh, dan domainnya Presiden," ujar Max saat dihubungi wartawan, Jumat (2/11/2012).
Anggota Komisi I ini mengaku tetap menghormati sikap Andi Mallarangeng yang mau kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Pak Andi sudah siap untuk bekerja sama dengan KPK dan itu yang sangat kami hargai," ujarnya.
Terkait posisi Andi sebagai Sekretaris Dewan Pembina, Max tidak mau berspekulasi sebelum ada keputusan hukum. Menurutnya aturan partai sudah sangat jelas. "Demokrat tetap pada peraturan bahwa ketika di nyatakan bersalah(tersangka), maka akan dinonaktifkan," pungkasnya.
Meski Menpora dianggap telah melakukan pembiaran terhadap Sesmenpora Wafid Muharram, namun Demokrat menilai semua masih dalam batas dugaan.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan hasil audit BPK yang diserahkan ke Pimpinan DPR bukan sebuah proses hukum, sehingga pihaknya tetap menunggu hasil dari lembaga hukum yang menyatakan apakah Andi bersalah atau tidak.
Begitu pula soal kemungkian akan adanya reshuffle kabinet, menurut Max menjadi hak dan kewenangan Presiden. "Persoalan reshuffle masih jauh, dan domainnya Presiden," ujar Max saat dihubungi wartawan, Jumat (2/11/2012).
Anggota Komisi I ini mengaku tetap menghormati sikap Andi Mallarangeng yang mau kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Pak Andi sudah siap untuk bekerja sama dengan KPK dan itu yang sangat kami hargai," ujarnya.
Terkait posisi Andi sebagai Sekretaris Dewan Pembina, Max tidak mau berspekulasi sebelum ada keputusan hukum. Menurutnya aturan partai sudah sangat jelas. "Demokrat tetap pada peraturan bahwa ketika di nyatakan bersalah(tersangka), maka akan dinonaktifkan," pungkasnya.
(lns)