Pengacara: Belum tahu Andi ada jaringan ke BPK
Kamis, 01 November 2012 - 08:41 WIB
Pengacara: Belum tahu Andi ada jaringan ke BPK
A
A
A
Sindonews.com - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng hilang dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait kasus Hambalang terus menuai polemik.
Apakah ini bukti adanya intervensi dari pejabat negara agar namanya tetap bersih?
Namun, anggota Kuasa Hukum Wafid Muharram, M Arif Sulaiman mengatakan, tidak mau mengomentari hal tersebut. Pasalnya, itu terlalu politisasi.
"Saya tidak mau berspekulasi untuk hal itu (hilangnya nama Andi). Kalau adapun biasanya untuk nama baik dia," katanya saat dihubungi Sindonews, Kamis (1/11/2012).
Menyangkut adanya jaringan Andi ke BPK, dia juga enggan berkomentar banyak. "Waduh saya tidak tahu itu, kalau AM mempunyai link ke sana (BPK)," ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi III Gede Pasek Suardikan enggan berkomentar terkait hal tersebut. "Sudah yah saya lagi di mobil mau ke kantor (DPR)," katannya sambil tertawa kecil kepada sindonews.
Seperti diketahui, anggota BPK Taufiqurrahman Ruki menilai, laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, telah diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, ada sejumlah nama-nama terlibat yang hilang termasuk nama Menpora Andi Mallarangeng.
Padahal, dalam pemeriksaan awal yang dilakukan BPK, terdapat bukti-bukti keterlibatan Andi Mallarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor dalam proyek tersebut.
Apakah ini bukti adanya intervensi dari pejabat negara agar namanya tetap bersih?
Namun, anggota Kuasa Hukum Wafid Muharram, M Arif Sulaiman mengatakan, tidak mau mengomentari hal tersebut. Pasalnya, itu terlalu politisasi.
"Saya tidak mau berspekulasi untuk hal itu (hilangnya nama Andi). Kalau adapun biasanya untuk nama baik dia," katanya saat dihubungi Sindonews, Kamis (1/11/2012).
Menyangkut adanya jaringan Andi ke BPK, dia juga enggan berkomentar banyak. "Waduh saya tidak tahu itu, kalau AM mempunyai link ke sana (BPK)," ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi III Gede Pasek Suardikan enggan berkomentar terkait hal tersebut. "Sudah yah saya lagi di mobil mau ke kantor (DPR)," katannya sambil tertawa kecil kepada sindonews.
Seperti diketahui, anggota BPK Taufiqurrahman Ruki menilai, laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olahraga di Hambalang, telah diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, ada sejumlah nama-nama terlibat yang hilang termasuk nama Menpora Andi Mallarangeng.
Padahal, dalam pemeriksaan awal yang dilakukan BPK, terdapat bukti-bukti keterlibatan Andi Mallarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor dalam proyek tersebut.
(mhd)