Teroris tidak rekrut warga Poso
Rabu, 31 Oktober 2012 - 16:50 WIB
Teroris tidak rekrut warga Poso
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok teroris yang beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), dinilai gagal dalam melakukan rekrutmen anggota baru di wilayah tersebut. Pasalnya, dari sejumlah terduga teroris yang berhasil ditangkap, tidak ada yang berasal dari Poso.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, selama ini kelompok teroris yang beroperasi di Poso, Sulteng, tidak efektif melakukan rekrutmen anggota barunya.
"Aksi ini tidak efektif melibatkan masyarakat. Karena, kelompok teroris itu tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012).
Seperti diketahui, tim dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Sulteng, pagi tadi. Sayangnya, satu dari tiga terduga teroris itu tewas setelah terlibat baku tembak dengan pihak Densus 88 Antiteror.
Penangkapan itu sendiri terjadi dalam satu penggerebekan di sebuah rumah sejak pukul 05.00 WITA. Rumah itu diduga sebagai tempat persembunyian jaringan teroris.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, selama ini kelompok teroris yang beroperasi di Poso, Sulteng, tidak efektif melakukan rekrutmen anggota barunya.
"Aksi ini tidak efektif melibatkan masyarakat. Karena, kelompok teroris itu tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2012).
Seperti diketahui, tim dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Sulteng, pagi tadi. Sayangnya, satu dari tiga terduga teroris itu tewas setelah terlibat baku tembak dengan pihak Densus 88 Antiteror.
Penangkapan itu sendiri terjadi dalam satu penggerebekan di sebuah rumah sejak pukul 05.00 WITA. Rumah itu diduga sebagai tempat persembunyian jaringan teroris.
(lil)