Atasi teror, Polri ajak warga Poso siskamling
Senin, 29 Oktober 2012 - 14:36 WIB
Atasi teror, Polri ajak warga Poso siskamling
A
A
A
Sindonews.com - Polisi terus berupaya menyelesaikan kasus teror yang belakangan kembali marak di Poso, Sulawesi Tengah, untuk menciptakan, dan menjamin rasa aman bagi masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya terus mengupayakan penyelesaian kasus teror di Poso, dengan mencari lokasi pelaku teror, memeriksa para tersangka yang telah ditangkap.
"Upaya yang kami lakukan di antaranya pencarian lokasi teror, penguraian bom yang ditemukan, melakukan pemeriksaan tersangka, serta pengumpulan barang bukti," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, Polri juga mengajak kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Poso untuk bersama-sama kembali menggalakkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk menjaga keamanan wilayahnya masing-masing.
"Polri juga akan menggelar kegiatan siskamling dengan masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah setempat," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga masih terus menggali informasi dari dua orang tersangka yang telah diamankan, karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan dua orang polisi yang tengah menyisir lokasi pelatihan militer kelompok teroris.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya terus mengupayakan penyelesaian kasus teror di Poso, dengan mencari lokasi pelaku teror, memeriksa para tersangka yang telah ditangkap.
"Upaya yang kami lakukan di antaranya pencarian lokasi teror, penguraian bom yang ditemukan, melakukan pemeriksaan tersangka, serta pengumpulan barang bukti," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, Polri juga mengajak kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Poso untuk bersama-sama kembali menggalakkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk menjaga keamanan wilayahnya masing-masing.
"Polri juga akan menggelar kegiatan siskamling dengan masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah setempat," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga masih terus menggali informasi dari dua orang tersangka yang telah diamankan, karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan dua orang polisi yang tengah menyisir lokasi pelatihan militer kelompok teroris.
(lil)