Ratusan santri gelar festival bakar sate
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 19:28 WIB
Ratusan santri gelar festival bakar sate
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 500 santri Al-Hamidiyah Jalan Raya Sawangan, Depok terlihat antusias mengikuti festival sate kurban atau lomba bakar sate kurban.
Ketua Penyelenggara Qurrotu Aini mengaku, festival sate kurban diselenggarakan secara terpisah antara santri putra dan putri. Setidaknya, penyelenggara menyediakan delapan ekor kambing untuk 500 santri.
"Ini merupakan sarana mengisi waktu luang para santri dan mengajarkan semangat kebersamaan. Daging kambing yang digunakan adalah daging kurban para santri sendiri. Mereka ada sumbangan atau hewan kurban mereka sendiri," terangnya kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Dia menuturkan, tata cara festival sate kurban dibagi ke dalam 34 kelompok putra dan putri. Khusus putri terdapat 16 kelompok dan semuanya akan mendapat penilaian dari juri. Salah satu penilainnya adalah citarasa, penampilan dan higienis.
Maka itu, tidak heran banyak menggunakan resep dan memberikan tambahan aksesoris. "Bukan juara rekor MURI yang kita raih. Tapi, semangat kebersamaan dalam meramaikan hari raya Idul Adha," tuturnya.
Salah saeorang peserta festival sate kurban Fatimah mengaku, sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Meski harus menahan perihnya asap dan bau kambing, mereka tetap semangat.
Menurutnya, terdapat resep khusus dalam membuat sate agar memiliki citarasa tinggi. Di antaranya menggunakan bumbu dan rempah alami, daging yang dibungkus dengan daun pepaya dan lainnya. Tentu, saat membakar agar selalu teliti agar tidak gosong.
"Seru banget bisa ikut seperti ini. Kita merasa seperti keluarga sendiri. Apalagi, jauh dari orangtua. Hari raya seperti ini, ya nyate kurban," paparnya.
Ketua Penyelenggara Qurrotu Aini mengaku, festival sate kurban diselenggarakan secara terpisah antara santri putra dan putri. Setidaknya, penyelenggara menyediakan delapan ekor kambing untuk 500 santri.
"Ini merupakan sarana mengisi waktu luang para santri dan mengajarkan semangat kebersamaan. Daging kambing yang digunakan adalah daging kurban para santri sendiri. Mereka ada sumbangan atau hewan kurban mereka sendiri," terangnya kepada wartawan, Jumat (26/10/2012).
Dia menuturkan, tata cara festival sate kurban dibagi ke dalam 34 kelompok putra dan putri. Khusus putri terdapat 16 kelompok dan semuanya akan mendapat penilaian dari juri. Salah satu penilainnya adalah citarasa, penampilan dan higienis.
Maka itu, tidak heran banyak menggunakan resep dan memberikan tambahan aksesoris. "Bukan juara rekor MURI yang kita raih. Tapi, semangat kebersamaan dalam meramaikan hari raya Idul Adha," tuturnya.
Salah saeorang peserta festival sate kurban Fatimah mengaku, sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Meski harus menahan perihnya asap dan bau kambing, mereka tetap semangat.
Menurutnya, terdapat resep khusus dalam membuat sate agar memiliki citarasa tinggi. Di antaranya menggunakan bumbu dan rempah alami, daging yang dibungkus dengan daun pepaya dan lainnya. Tentu, saat membakar agar selalu teliti agar tidak gosong.
"Seru banget bisa ikut seperti ini. Kita merasa seperti keluarga sendiri. Apalagi, jauh dari orangtua. Hari raya seperti ini, ya nyate kurban," paparnya.
(mhd)