Hari kurban, antusias warga Depok tinggi
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 18:01 WIB
Hari kurban, antusias warga Depok tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Antusias warga Depok menyumbangkan hewan kurban begitu tinggi. Hal itu terlihat dari hasil angka penjualan yang signifikan mencapai 15 persen.
Ketua panitia hari besar Islam Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Eka Bachtiar mengatakan,jumlah hewan kurban yang disembelih di seluruh wilayah Kota Depok sebanyak 14.616 ekor.
Jenis hewan tersebut, terdiri dari sapi sebanyak 2.835 ekor, kambing 7.056 ekor, dan domba sebanyak 4.750 ekor. Dari jumlah tersebut, jika dikonfersikan dengan nilai uang bisa mencapai Rp58,4 miliar.
"Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp43 miliar. Jumlah ini baru laporan sementara yang diterima panitia dari seluruh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid)," ujar Eka, di Depok, Jumat (26/10/2012).
Dia mengatakan, tim monitoring, telah melakukan pendataan hewan kurban secara optimal di seluruh wilayah Kota Depok. "Semangat masyarakat Depok untuk berkurban sangat tinggi. Hal ini dapat menciptakan rasa kepedulian sosial yang sangat tinggi pula," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanak) Kota Depok melakukan pemeriksaan terhadap 304 lapak pedagang hewan kurban yang tersebar di 11 kecamatan.
Sebanyak 1.932 hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau dipastikan tidak layak disertakan menjadi hewan kurban, karena tidak sesuai dengan syariah dan tidak lolos uji kesehatan.
"Sebanyak 10 persen hewan tidak layak kurban. Meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 6,4 persen," kata Kepala Distanak Zalfinus Irwan.
Menurutnya, jumlah keseluruhan hewan yang diperiksa tahun ini mencapai 19.328 ekor, sementara tahun lalu sebanyak 17.526 ekor.
Dari sisi kesehatan, hewan-hewan itu terkena penyakit kulit, flu, sakit mata serta gangguan pencernaan. Sedangkan dari kaca mata syariah hewan tersebut belum layak dijadikan kurban karena belum cukup umur, masih gigi susu, mata juling, dan pincang.
"Sapi paling banyak dibandingkan kambing, domba, kerbau. Jumlah kerbau sendiri hanya mencapai 25 ekor," ujar Zalfinus.
Ketua panitia hari besar Islam Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Eka Bachtiar mengatakan,jumlah hewan kurban yang disembelih di seluruh wilayah Kota Depok sebanyak 14.616 ekor.
Jenis hewan tersebut, terdiri dari sapi sebanyak 2.835 ekor, kambing 7.056 ekor, dan domba sebanyak 4.750 ekor. Dari jumlah tersebut, jika dikonfersikan dengan nilai uang bisa mencapai Rp58,4 miliar.
"Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp43 miliar. Jumlah ini baru laporan sementara yang diterima panitia dari seluruh DKM (Dewan Kemakmuran Masjid)," ujar Eka, di Depok, Jumat (26/10/2012).
Dia mengatakan, tim monitoring, telah melakukan pendataan hewan kurban secara optimal di seluruh wilayah Kota Depok. "Semangat masyarakat Depok untuk berkurban sangat tinggi. Hal ini dapat menciptakan rasa kepedulian sosial yang sangat tinggi pula," tandasnya.
Sebelumnya Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanak) Kota Depok melakukan pemeriksaan terhadap 304 lapak pedagang hewan kurban yang tersebar di 11 kecamatan.
Sebanyak 1.932 hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau dipastikan tidak layak disertakan menjadi hewan kurban, karena tidak sesuai dengan syariah dan tidak lolos uji kesehatan.
"Sebanyak 10 persen hewan tidak layak kurban. Meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 6,4 persen," kata Kepala Distanak Zalfinus Irwan.
Menurutnya, jumlah keseluruhan hewan yang diperiksa tahun ini mencapai 19.328 ekor, sementara tahun lalu sebanyak 17.526 ekor.
Dari sisi kesehatan, hewan-hewan itu terkena penyakit kulit, flu, sakit mata serta gangguan pencernaan. Sedangkan dari kaca mata syariah hewan tersebut belum layak dijadikan kurban karena belum cukup umur, masih gigi susu, mata juling, dan pincang.
"Sapi paling banyak dibandingkan kambing, domba, kerbau. Jumlah kerbau sendiri hanya mencapai 25 ekor," ujar Zalfinus.
(mhd)