Menko Polhukam bantah Poso mencekam
Kamis, 25 Oktober 2012 - 17:23 WIB
Menko Polhukam bantah Poso mencekam
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto membantah anggapan yang menyebut situasi di Poso, Sulawesi Tengah, mencekam sehingga perlu dilakukan penambahan pasukan aparat keamanan.
Kepada wartawan, Djoko mengungkapkan penambahan pasukan tersebut bukan berarti kondisi di Poso dalam keadaan mencekam. Penambahan pasukan tersebut, justru untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok tertentu.
"Bukan berarti situasinya amat sangat bahaya. Tapi perlu perkuatan di sana, karena memang seperti itu. Ada kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan Poso, ingin mengembalikan Poso seperti masa konflik yang lalu," katanya di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, hingga saat ini pihak Kepolisian masih menelusuri kelompok yang diduga terlibat dalam aksi teror bom di pos polisi lalu lintas beberapa waktu yang lalu.
"Kan sudah ada beberapa yang ditangkap. Mudah-mudahan bisa ditelusuri, kelompok dan jaringannya. Masih diusut, jangan terlalu dini untuk simpulkan apa-apa," kata Djoko.
Selain itu, Djoko juga mengimbau agar masyarakat Poso tak terpancing atas kejadian yang telah terjadi. "Saya yakin daya tahan masyarakat Poso akan ditunjukkan dengan tidak ikut larut dalam kegiatan seperti itu. Itu sangat penting membantu terciptanya masyarakat Poso yang damai sehingga dapat laksanakan kegiatan dengan nyaman," tukasnya.
Kepada wartawan, Djoko mengungkapkan penambahan pasukan tersebut bukan berarti kondisi di Poso dalam keadaan mencekam. Penambahan pasukan tersebut, justru untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok tertentu.
"Bukan berarti situasinya amat sangat bahaya. Tapi perlu perkuatan di sana, karena memang seperti itu. Ada kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan Poso, ingin mengembalikan Poso seperti masa konflik yang lalu," katanya di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, hingga saat ini pihak Kepolisian masih menelusuri kelompok yang diduga terlibat dalam aksi teror bom di pos polisi lalu lintas beberapa waktu yang lalu.
"Kan sudah ada beberapa yang ditangkap. Mudah-mudahan bisa ditelusuri, kelompok dan jaringannya. Masih diusut, jangan terlalu dini untuk simpulkan apa-apa," kata Djoko.
Selain itu, Djoko juga mengimbau agar masyarakat Poso tak terpancing atas kejadian yang telah terjadi. "Saya yakin daya tahan masyarakat Poso akan ditunjukkan dengan tidak ikut larut dalam kegiatan seperti itu. Itu sangat penting membantu terciptanya masyarakat Poso yang damai sehingga dapat laksanakan kegiatan dengan nyaman," tukasnya.
(lil)