Masyarakat jangan mudah percaya SMS bom
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:55 WIB
Masyarakat jangan mudah percaya SMS bom
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pesan singkat yang berisi tentang ancaman bom di tempat tertentu. Pasalnya, teror melalui pesan singkat tersebut belum tentu benar.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, teror bom melalui pesan singkat yang ada di beberapa daerah umumnya tidak terbukti kebenarannya. Untuk itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya dengan pesan singkat palsu itu.
"Pesan singkat palsu banyak beredar akhir-akhir ini dengan isi pesan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2012).
Dia mencontohkan, teror bom melalui pesan singkat di SMPN 1 Sambelia, Lombok Timur. "Namun, setelah tim Gegana Polda NTB menyisir sekolah tersebut, ternyata tidak ditemukan bom seperti yang terdapat dalam pesan singkat itu," ujarnya.
Dia menjelaskan, pesan teror tersebut bermula dari seorang buruh yang bernama Ayu menerima pesan singkat dengan isi teror bom di SMPN itu. Karena panik, Ayu kemudian melaporkannya kepada pihak Polsek setempat.
Menurutnya, pesan singkat yang berisi teror itu biasanya dikirim dengan motif yang bermacam-macam. Seperti, dendam pribadi dan kepentingan personal lainnya.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, teror bom melalui pesan singkat yang ada di beberapa daerah umumnya tidak terbukti kebenarannya. Untuk itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya dengan pesan singkat palsu itu.
"Pesan singkat palsu banyak beredar akhir-akhir ini dengan isi pesan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2012).
Dia mencontohkan, teror bom melalui pesan singkat di SMPN 1 Sambelia, Lombok Timur. "Namun, setelah tim Gegana Polda NTB menyisir sekolah tersebut, ternyata tidak ditemukan bom seperti yang terdapat dalam pesan singkat itu," ujarnya.
Dia menjelaskan, pesan teror tersebut bermula dari seorang buruh yang bernama Ayu menerima pesan singkat dengan isi teror bom di SMPN itu. Karena panik, Ayu kemudian melaporkannya kepada pihak Polsek setempat.
Menurutnya, pesan singkat yang berisi teror itu biasanya dikirim dengan motif yang bermacam-macam. Seperti, dendam pribadi dan kepentingan personal lainnya.
(lil)