Pembunuhan polisi dan bom Poso pelakunya sama
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:50 WIB
Pembunuhan polisi dan bom Poso pelakunya sama
A
A
A
Sindonews.com - Badan Intelijen Negara (BIN) masih menyelidiki kematian dua anggota polisi dan pengeboman Pos Polisi di Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala BIN Marciano Norman menduga pelaku dalam peristiwa pembunuhan terhadap polisi dan pemboman itu memiliki keterkaitan.
"Ada kaitannya. Kelompok yang sama, tapi saya tidak menyebutkan kelompok yang mana," ujar Marciano di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Marciano mengatakan, saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki beberapa kelompok yang diduga melakukan dua peristiwa tersebut. "Ada beberapa kelompok yang kita duga melakukan itu, tapi saya yakin ada kaitannya," tuturnya.
Saat dikonfirmasi apakah kelompok tersebut adalah dari Jamaah Ansarut Tauhid (JAT) di Poso? Marciano tak ingin menjelaskan detail.
"Jangan bicara itu dulu. Sekarang sedang dikembangkan, kepolisian dibantu TNI melakukan operasi-operasi lanjutan. Kita tunggu hasilnya nanti akan terjawab," tuturnya.
Seperti diketahui, dua anggota polisi yaitu Brigadir Polisi Sudirman dan Briptu Andi Sapa ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang pada 16 Oktober lalu setelah dilaporkan hilang sejak 8 Oktober.
Dua polisi yang bertugas di Polsek Poso Pesisir itu hilang dalam tugas menyelidiki sebuah lokasi yang diduga merupakan tempat pelatihan teroris. Selang enam hari, pada Senin 22 Oktober 2012 terjadi ledakan di pos polisi lalu lintas Poso.
Kepala BIN Marciano Norman menduga pelaku dalam peristiwa pembunuhan terhadap polisi dan pemboman itu memiliki keterkaitan.
"Ada kaitannya. Kelompok yang sama, tapi saya tidak menyebutkan kelompok yang mana," ujar Marciano di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Marciano mengatakan, saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki beberapa kelompok yang diduga melakukan dua peristiwa tersebut. "Ada beberapa kelompok yang kita duga melakukan itu, tapi saya yakin ada kaitannya," tuturnya.
Saat dikonfirmasi apakah kelompok tersebut adalah dari Jamaah Ansarut Tauhid (JAT) di Poso? Marciano tak ingin menjelaskan detail.
"Jangan bicara itu dulu. Sekarang sedang dikembangkan, kepolisian dibantu TNI melakukan operasi-operasi lanjutan. Kita tunggu hasilnya nanti akan terjawab," tuturnya.
Seperti diketahui, dua anggota polisi yaitu Brigadir Polisi Sudirman dan Briptu Andi Sapa ditemukan tewas terkubur dalam satu lubang pada 16 Oktober lalu setelah dilaporkan hilang sejak 8 Oktober.
Dua polisi yang bertugas di Polsek Poso Pesisir itu hilang dalam tugas menyelidiki sebuah lokasi yang diduga merupakan tempat pelatihan teroris. Selang enam hari, pada Senin 22 Oktober 2012 terjadi ledakan di pos polisi lalu lintas Poso.
(lns)