Polisi periksa 5 saksi insiden di NTB
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:05 WIB
Polisi periksa 5 saksi insiden di NTB
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sedikitnya lima orang saksi terkait konflik yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.
"Baru periksa saksi-saksi, ada lima saksi dari warga yang diperiksa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Boy juga menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan langkah-langkah penyidikan untuk mengetahui pelaku penyebar pesan singkat (SMS) yang menyesatkan tersebut.
"Kita menyilidik asal usul SMS itu dari mana dan tidak benar bila sms itu dikeluarkan oleh pihak kepolisian," jelasnya.
Dia menambahkan, penyebaran isu tersebut begitu cepat menyebar ditengah-tengah masyarakat, dan ini menjadi pertanyaan mengapa masyarakat begitu cepat menanggapinya secara anarkis. Dia pun meminta agar masyarakat tetap tenang menghadapi persoalan tersebut.
"Masyarakat tenang, jangan ngamuk, ini pekerjaan yang tidak mudah," tambahnya.
Sebelumnya lima orang warga NTB tewas dihakimi massa yang terpancing emosi karena SMS yang menyebutkan ada sindikat penculikan anak yang sedang beroperasi di NTB.
Dua orang yang meninggal Minggu 21 Oktober 2012 adalah korban di Mapolsek Kediri dan kawasan Narmada, Lombok Barat.
Sedangkan tiga korban penghakiman massa hari ini, terjadi di Sukarare, Lombok Timur dan dua orang di Kute Lombok Tengah.
Atas kejadian itu, Polda NTB kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tersulut isu tak jelas dan mampu menahan diri. "Jelas isu ini tidak benar," tegasnya
Lima orang tewas akibat amuk masa di sejumlah wilayah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kelima orang tersebut masing-masing seorang laki-laki tanpa identitas tewas di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, I Putu Swarjana warga BTN Sweta, Mataram tewas di Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Dua orang laki-laki tanpa identitas tewas di kawasan Wisata Kuta, Lombok Tengah, dan seorang pengendara mobil Xenia bernama Suhaimi, warga desa Semoyang Kecamatan Praya Timur tewas dihakimi massa di Kecamatan Sukaraja Lombok Timur. Diduga isu penculikan anak di NTB beredar melalui pesan singkat dan jejaring sosial.
Berikut isi sms yang beredar di masyarakat:
"Agar hati2, pesan dari kapolres mtrm..tolong disebrkan sms ini kesemua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak2 untk mengambil alat2 dlm anggota tubuh/ organ tbuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, mtoR satria hitam DH1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri2 yg sangat menonjol tato kawat duri."
"Baru periksa saksi-saksi, ada lima saksi dari warga yang diperiksa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Boy juga menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan langkah-langkah penyidikan untuk mengetahui pelaku penyebar pesan singkat (SMS) yang menyesatkan tersebut.
"Kita menyilidik asal usul SMS itu dari mana dan tidak benar bila sms itu dikeluarkan oleh pihak kepolisian," jelasnya.
Dia menambahkan, penyebaran isu tersebut begitu cepat menyebar ditengah-tengah masyarakat, dan ini menjadi pertanyaan mengapa masyarakat begitu cepat menanggapinya secara anarkis. Dia pun meminta agar masyarakat tetap tenang menghadapi persoalan tersebut.
"Masyarakat tenang, jangan ngamuk, ini pekerjaan yang tidak mudah," tambahnya.
Sebelumnya lima orang warga NTB tewas dihakimi massa yang terpancing emosi karena SMS yang menyebutkan ada sindikat penculikan anak yang sedang beroperasi di NTB.
Dua orang yang meninggal Minggu 21 Oktober 2012 adalah korban di Mapolsek Kediri dan kawasan Narmada, Lombok Barat.
Sedangkan tiga korban penghakiman massa hari ini, terjadi di Sukarare, Lombok Timur dan dua orang di Kute Lombok Tengah.
Atas kejadian itu, Polda NTB kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tersulut isu tak jelas dan mampu menahan diri. "Jelas isu ini tidak benar," tegasnya
Lima orang tewas akibat amuk masa di sejumlah wilayah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kelima orang tersebut masing-masing seorang laki-laki tanpa identitas tewas di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, I Putu Swarjana warga BTN Sweta, Mataram tewas di Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Dua orang laki-laki tanpa identitas tewas di kawasan Wisata Kuta, Lombok Tengah, dan seorang pengendara mobil Xenia bernama Suhaimi, warga desa Semoyang Kecamatan Praya Timur tewas dihakimi massa di Kecamatan Sukaraja Lombok Timur. Diduga isu penculikan anak di NTB beredar melalui pesan singkat dan jejaring sosial.
Berikut isi sms yang beredar di masyarakat:
"Agar hati2, pesan dari kapolres mtrm..tolong disebrkan sms ini kesemua orang, ini kejadian nyata dan jangan diremehkan..mereka mencari korban sebanyak 400 orang tua, muda dan anak2 untk mengambil alat2 dlm anggota tubuh/ organ tbuh manusia. ciri2 orang tersebut memakai mobil avanza DH 1857, mtoR satria hitam DH1011, mtor revo merah DH 3838, mio merah pengendaranya bertato penuh badan, ciri2 yg sangat menonjol tato kawat duri."
(rsa)