Dispeterikan Magelang temukan hewan berpenyakit
Senin, 22 Oktober 2012 - 22:23 WIB
Dispeterikan Magelang temukan hewan berpenyakit
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang menemukan tujuh ekor kambing yang menderita penyakit. Namun petugas menyatakan kambing tersebut masih layak dikonsumsi jika penyakitnya sudah sembuh.
Dalam pemeriksaan ke sejumlah pedagang hewan kurban, petugas menemukan sedikitnya tujuh kambing berpenyakit. Ketujuh kambing tersebut empat di antaranya terkena penyakit Orf atau penyakit mulut. Sedangkan tiga lainnya diketahui terjangkit penyakit mata.
Penemuan itu setelah petugas melakukan pemeriksaan secara intensif di lapak penjualan kambing kurban milik Jarkoni (56), di dekat jembatan Sungai Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Kasi Kesehatan Hewan Dispeterikan Kabupaten Magelang, John Manglapy, Orf disebabkan karena peralihan makanan hijauan pakan ternak yang bergetah dan penularanya terbilang cepat melalui kontak langsung. Sedangkan penyakit mata dijelaskannya disebabkan oleh zat amonia dari urine kambing.
Kondisi kandang yang sempit dan jarak antar kambing yang terlalu dekat menurut John memungkinkan gas amonia itu mengenai mata hewan ternak.
Namun demikian, kambing yang terjangkit Orf maupun penyakit mata dikatakannya masih bisa dijual.
“Secara teknis, sebenarnya kami ajurkan tidak usah dijual. Namun, kalau rutin diobati antibiotik dan salep mata tiap hari, pas Idul Adha nanti juga sudah sembuh,” jelas John di Magelang, Senin (22/10/2012).
Selain memeriksa kondisi hewan kurban, petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar kandang kambing untuk membunuh bakteri dan virus yang membahayakan hewan.
John mengatakan, pemeriksaan lapak serupa akan dilakukan setiap harinya hingga menjelang hari raya.
“Pemeriksaan di lapak akan kita lakukan setiap hari dan hasil pemeriksaan kita tempel di lapak supaya calon pembeli tahu kondisi hewannya,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan ke sejumlah pedagang hewan kurban, petugas menemukan sedikitnya tujuh kambing berpenyakit. Ketujuh kambing tersebut empat di antaranya terkena penyakit Orf atau penyakit mulut. Sedangkan tiga lainnya diketahui terjangkit penyakit mata.
Penemuan itu setelah petugas melakukan pemeriksaan secara intensif di lapak penjualan kambing kurban milik Jarkoni (56), di dekat jembatan Sungai Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Kasi Kesehatan Hewan Dispeterikan Kabupaten Magelang, John Manglapy, Orf disebabkan karena peralihan makanan hijauan pakan ternak yang bergetah dan penularanya terbilang cepat melalui kontak langsung. Sedangkan penyakit mata dijelaskannya disebabkan oleh zat amonia dari urine kambing.
Kondisi kandang yang sempit dan jarak antar kambing yang terlalu dekat menurut John memungkinkan gas amonia itu mengenai mata hewan ternak.
Namun demikian, kambing yang terjangkit Orf maupun penyakit mata dikatakannya masih bisa dijual.
“Secara teknis, sebenarnya kami ajurkan tidak usah dijual. Namun, kalau rutin diobati antibiotik dan salep mata tiap hari, pas Idul Adha nanti juga sudah sembuh,” jelas John di Magelang, Senin (22/10/2012).
Selain memeriksa kondisi hewan kurban, petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan di sekitar kandang kambing untuk membunuh bakteri dan virus yang membahayakan hewan.
John mengatakan, pemeriksaan lapak serupa akan dilakukan setiap harinya hingga menjelang hari raya.
“Pemeriksaan di lapak akan kita lakukan setiap hari dan hasil pemeriksaan kita tempel di lapak supaya calon pembeli tahu kondisi hewannya,” ujarnya.
(ysw)