TNI AD kirim ambulans ke perbatasan
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:00 WIB
TNI AD kirim ambulans ke perbatasan
A
A
A
Sindonews.com – Mabes TNI Angkatan Darat mengirimkan lima unit ambulans ke perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Papua.
Hal itu dilakukan untuk mendukung pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun anggota.
Karena daerah perbatasan dinilai sangat membutuhkan fasilitas mobil ambulans untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat di sana.
“Kebutuhan ambulance banyak sekali. Makin banyak tersedia, makin bagus. Ambulans ini akan tetap berada di sana sekalipun pasukan penjaga perbatasan di-rolling per enam bulan sekali,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Mabes AD, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dalam pengadaan ambulans ini pihaknya menyiapkan desain khusus, yakni kendaraan 4x4 atau double garden. Lima unit ambulans tersebut didesain khusus dengan menyesuaikan kontur geografis di daerah perbatasan.
“Supaya bisa digunakan hingga masuk ke pedalaman di perbatasan. Mobil ini sudah ditunggu mereka yang tugas di perbatasan, karenanya mobil dengan harga per unit Rp400 juta ini akan segera saya kirimkan,” ungkapnya.
Karenanya, Edhie berharap langkah ini agar didukung pihak lain, seperti Kementerian Kesehatan untuk menyediakan obat-obatan.
“TNI AD ada obat, tapi itu tidak bisa kami berikan ke warga, karena itu untuk obat prajurit,” tuturnya.
Hal itu dilakukan untuk mendukung pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun anggota.
Karena daerah perbatasan dinilai sangat membutuhkan fasilitas mobil ambulans untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat di sana.
“Kebutuhan ambulance banyak sekali. Makin banyak tersedia, makin bagus. Ambulans ini akan tetap berada di sana sekalipun pasukan penjaga perbatasan di-rolling per enam bulan sekali,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Mabes AD, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Dalam pengadaan ambulans ini pihaknya menyiapkan desain khusus, yakni kendaraan 4x4 atau double garden. Lima unit ambulans tersebut didesain khusus dengan menyesuaikan kontur geografis di daerah perbatasan.
“Supaya bisa digunakan hingga masuk ke pedalaman di perbatasan. Mobil ini sudah ditunggu mereka yang tugas di perbatasan, karenanya mobil dengan harga per unit Rp400 juta ini akan segera saya kirimkan,” ungkapnya.
Karenanya, Edhie berharap langkah ini agar didukung pihak lain, seperti Kementerian Kesehatan untuk menyediakan obat-obatan.
“TNI AD ada obat, tapi itu tidak bisa kami berikan ke warga, karena itu untuk obat prajurit,” tuturnya.
(rsa)