KSAD: TNI siap bantu Polri di Poso
Senin, 22 Oktober 2012 - 17:45 WIB
KSAD: TNI siap bantu Polri di Poso
A
A
A
Sindonews.com - Memanasnya konflik di Poso dinilai karena keberadaan kelompok ekstrem yang masih ada di daerah tersebut, dan kurangnya pengawasan yang dilakukan aparat keamanan. Karenanya, hal ini perlu disikapi serius agar keamanan di Poso bisa lebih terjamin.
Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, sejauh ini pengawasan di daerah Poso masih kurang, terbukti masih banyaknya peristiwa teror.
"Anak-anak kurang mengawasi daerah itu. Karenanya, ke depan harus lebih intensif," katanya di Jakarta, Senin (22/10/2012).
Edhie mengaku, sejauh ini jumlah personel di Poso dan sekiranya masih mumpuni sehingga tidak perlu ada penambahan. Apalagi, sejak beberapa tahun terakhir juga ada brigade baru di Gorontalo.
"TNI (Tentara Nasional Indonesia) siap membantu Polri. Berapapun (jumlah prajurit) yang diminta, kita beri," tandas adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Dia menambahkan, sekarang ini pengawasan di daerah-daerah mulai berkurang, karena beban wilayah yang harus ditanggung seorang Babinsa menjadi sangat luas, mencapai tiga hingga empat desa. Padahal, dahulu satu orang Bintara Pembina Desa (Babinsa) hanya mengawasi satu desa.
Guna menyiasati hal ini, tambahnya, pihaknya mengajukan agar para Babinsa dilengkapi dengan sepeda motor untuk mendukung tugasnya.
"Jumlah Babinsa sangat kurang, hanya 50.000 orang. Dengan adanya sepeda motor, Babinsa bisa keliling desa-desa," pungkasnya.
Menurut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, sejauh ini pengawasan di daerah Poso masih kurang, terbukti masih banyaknya peristiwa teror.
"Anak-anak kurang mengawasi daerah itu. Karenanya, ke depan harus lebih intensif," katanya di Jakarta, Senin (22/10/2012).
Edhie mengaku, sejauh ini jumlah personel di Poso dan sekiranya masih mumpuni sehingga tidak perlu ada penambahan. Apalagi, sejak beberapa tahun terakhir juga ada brigade baru di Gorontalo.
"TNI (Tentara Nasional Indonesia) siap membantu Polri. Berapapun (jumlah prajurit) yang diminta, kita beri," tandas adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Dia menambahkan, sekarang ini pengawasan di daerah-daerah mulai berkurang, karena beban wilayah yang harus ditanggung seorang Babinsa menjadi sangat luas, mencapai tiga hingga empat desa. Padahal, dahulu satu orang Bintara Pembina Desa (Babinsa) hanya mengawasi satu desa.
Guna menyiasati hal ini, tambahnya, pihaknya mengajukan agar para Babinsa dilengkapi dengan sepeda motor untuk mendukung tugasnya.
"Jumlah Babinsa sangat kurang, hanya 50.000 orang. Dengan adanya sepeda motor, Babinsa bisa keliling desa-desa," pungkasnya.
(mhd)