Partai Islam harus usung program konkret
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 20:31 WIB
Partai Islam harus usung program konkret
A
A
A
Sindonews.com – Partai politik yang mengusung ideologi Islam disarankan bertransformasi menjadi partai dengan isu dan program yang berkaitan langsung dengan persoalan masyarakat.
Cara ini dianggap paling efektif untuk mengembalikan elektabilitas partai beraliran Islam yang kini dinilai beberapa lembaga survei terus merosot.
“Harus ada perubahan orienstasi. Bukan lagi ideologis tapi apa yang ditawarkan (partai Islam) untuk mengatasi kondisi kemiskinan, pengangguran, penegakan hukum dan lain-lain, bukan ideologi,” ujar Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Menurut Adjie meski survei terhadap partai islam terus merosot, ceruk peluang pemilih masih terbuka lebar.
"Partai-partai Islam ini sebenarnya masih mempunyai peluang pemilih yang cukup besar, yaitu mencapai 25-30%. Golongan ini masih mempunyai kecenderungan untuk memilih partai Islam dengan berbagai catatan," jelasnya.
Peluang ini menurutnya, ini bisa diraih dengan dengan menggunakan strategi yang tepat seperti mengusung program berorientasi pada masyarakat atau kampanye dengan efektif.
Adjie juga menilai akan lebih maksimal jika para elite partai rendah hati dan bersedia bergabung dan hanya menyisakan dua partai Islam dengan basis keanggotan terbesar.
Cara ini dianggap paling efektif untuk mengembalikan elektabilitas partai beraliran Islam yang kini dinilai beberapa lembaga survei terus merosot.
“Harus ada perubahan orienstasi. Bukan lagi ideologis tapi apa yang ditawarkan (partai Islam) untuk mengatasi kondisi kemiskinan, pengangguran, penegakan hukum dan lain-lain, bukan ideologi,” ujar Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Menurut Adjie meski survei terhadap partai islam terus merosot, ceruk peluang pemilih masih terbuka lebar.
"Partai-partai Islam ini sebenarnya masih mempunyai peluang pemilih yang cukup besar, yaitu mencapai 25-30%. Golongan ini masih mempunyai kecenderungan untuk memilih partai Islam dengan berbagai catatan," jelasnya.
Peluang ini menurutnya, ini bisa diraih dengan dengan menggunakan strategi yang tepat seperti mengusung program berorientasi pada masyarakat atau kampanye dengan efektif.
Adjie juga menilai akan lebih maksimal jika para elite partai rendah hati dan bersedia bergabung dan hanya menyisakan dua partai Islam dengan basis keanggotan terbesar.
(rsa)