Polri masih selidiki kematian 2 anggotanya
Kamis, 18 Oktober 2012 - 17:22 WIB
Polri masih selidiki kematian 2 anggotanya
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri terus menyelidiki kematian dua anggotanya Bripka Sudirman dan Brigadir Andi Sappa di Poso, Sulawesi Tengah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi menemukan beberapa selongsong peluru di lokasi tewasnya dua anggota itu. Namun, diyakini tidak ada baku tembak dalam peristiwa tersebut.
Dalam tubuh kedua korban tidak ditemukan luka tembakan, namun berupa luka sayatan benda tajam.
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, kemungkinan adanya peristiwa tembak menembak belum dapat kita ketahui, tapi dari hasil identifikasi ada luka irisan atau sayatan benda tajam, maka kami bisa simpulkan bahwa anggota kami meninggal dengan senjata tajam," jelasnya, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Meski begitu, dengan adanya selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian, Polri tetap akan mencari tahu dan mendalami asal benda tersebut.
"Tembak menembak dengan siapa kita belum dapat informasi, tapi ini akan kita dalami terus terkait keberadaan selongsong peluru dan sebagainya, tentu ini menarik untuk kita bahas. Peluru laras pendek yang kita temukan. Kita dalami secara seksama, jadi barang bukti yang penting untuk diinformasi, sementara baru peluru saja," jelasnya.
Dijelaskan, Boy, dua anggota itu meninggal dalam menjalankan tugas, meskipun tidak memakai seragam. "Mereka berdua masih terkait sedang dalam tugas juga, setiap keberadaan anggota kepolisian itu bagian daripada tugas, bagian dari tugas kepolisian itu termasuk langkah yang mereka lakukan," pungkasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, polisi menemukan beberapa selongsong peluru di lokasi tewasnya dua anggota itu. Namun, diyakini tidak ada baku tembak dalam peristiwa tersebut.
Dalam tubuh kedua korban tidak ditemukan luka tembakan, namun berupa luka sayatan benda tajam.
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, kemungkinan adanya peristiwa tembak menembak belum dapat kita ketahui, tapi dari hasil identifikasi ada luka irisan atau sayatan benda tajam, maka kami bisa simpulkan bahwa anggota kami meninggal dengan senjata tajam," jelasnya, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Meski begitu, dengan adanya selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian, Polri tetap akan mencari tahu dan mendalami asal benda tersebut.
"Tembak menembak dengan siapa kita belum dapat informasi, tapi ini akan kita dalami terus terkait keberadaan selongsong peluru dan sebagainya, tentu ini menarik untuk kita bahas. Peluru laras pendek yang kita temukan. Kita dalami secara seksama, jadi barang bukti yang penting untuk diinformasi, sementara baru peluru saja," jelasnya.
Dijelaskan, Boy, dua anggota itu meninggal dalam menjalankan tugas, meskipun tidak memakai seragam. "Mereka berdua masih terkait sedang dalam tugas juga, setiap keberadaan anggota kepolisian itu bagian daripada tugas, bagian dari tugas kepolisian itu termasuk langkah yang mereka lakukan," pungkasnya.
(lns)