Pemulangan TKI oleh Kemensos tidak manusiawi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 21:59 WIB
Pemulangan TKI oleh Kemensos tidak manusiawi
A
A
A
Sindonews.com - Penanganan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Arab Saudi karena dianggap bermasalah dinilai tidak manusiawi.
Hal itu lantaran para TKI tersebut tidak diperlakukan dengan baik.
"Coba lihat, anak-anak TKI kita harus kedinginan duduk di lantai setelah kelelahan dari perjalanan. Padahal, bila penanganan pemulangan ini tidak ditangani Kemensos, pemulangan ini akan lebih manusiawi," kata Ketua Lembaga Pendamping dan Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (LPPTKI) Normawati, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, proses pemulangan TKI yang dianggap bermasalah ini seharusnya juga tidak dijaga ketat oleh pihak kepolisian dengan senjata lengkap.
"Ada apa ini, baru sekali ini kepulangan TKI dijaga polisi bersenjata lengkap. TKI bukan teroris, mereka bukan penjahat, kehadiran polisi bersenjata pasti membuat mereka resah," gusar Norma.
Norma juga merasa khawatir dengan kepulangan para TKI ke kampung halamannya. Pasalnya, saat ini Kemensos tidak memulangkan para TKI hingga rumahnya, melainkan hanya sampai Dinas Sosial setempat.
"Infonya mereka akan diantar menggunakan Damri sampai Dinsos di wilayah Kabupaten atau Kota masing-masing, selanjutnya mereka akan dilepas untuk pulang ke rumah masing-masing dengan angkutan umum. Padahal, bila dengan penanganan kami, para TKI kami antar hingga sampai rumah," tuturnya lagi.
Sebelumnya, sekira 365 TKI bermasalah dari Arab Saudi dipulangkan ke Indonesia. Kepulangan para TKI ini ditangani langsung oleh Kemensos.
Hingga saat ini, ratusan TKI masih berjejer duduk di lantai dan menikmati makan malam sembari menunggu selesainya proses administrasi.
Hal itu lantaran para TKI tersebut tidak diperlakukan dengan baik.
"Coba lihat, anak-anak TKI kita harus kedinginan duduk di lantai setelah kelelahan dari perjalanan. Padahal, bila penanganan pemulangan ini tidak ditangani Kemensos, pemulangan ini akan lebih manusiawi," kata Ketua Lembaga Pendamping dan Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (LPPTKI) Normawati, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, proses pemulangan TKI yang dianggap bermasalah ini seharusnya juga tidak dijaga ketat oleh pihak kepolisian dengan senjata lengkap.
"Ada apa ini, baru sekali ini kepulangan TKI dijaga polisi bersenjata lengkap. TKI bukan teroris, mereka bukan penjahat, kehadiran polisi bersenjata pasti membuat mereka resah," gusar Norma.
Norma juga merasa khawatir dengan kepulangan para TKI ke kampung halamannya. Pasalnya, saat ini Kemensos tidak memulangkan para TKI hingga rumahnya, melainkan hanya sampai Dinas Sosial setempat.
"Infonya mereka akan diantar menggunakan Damri sampai Dinsos di wilayah Kabupaten atau Kota masing-masing, selanjutnya mereka akan dilepas untuk pulang ke rumah masing-masing dengan angkutan umum. Padahal, bila dengan penanganan kami, para TKI kami antar hingga sampai rumah," tuturnya lagi.
Sebelumnya, sekira 365 TKI bermasalah dari Arab Saudi dipulangkan ke Indonesia. Kepulangan para TKI ini ditangani langsung oleh Kemensos.
Hingga saat ini, ratusan TKI masih berjejer duduk di lantai dan menikmati makan malam sembari menunggu selesainya proses administrasi.
(rsa)