Dikira teroris, polisi hutan ditangkap
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:42 WIB
Dikira teroris, polisi hutan ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Aksi polisi hutan Sukrimanto pegawai kehutanan Balai Pemantapan Wilayah VII Makassar benar-benar membuat petugas keamanan dibuat repot.
Gerak-geriknya yang mencurigakan membuat Komando Distrik Militer (Kodim) 1418 mengirimkan lima petugas intelijennya ke hutan. Setelah mendapat perintah, akhirnya Sukrimanto ditangkap dan dibawa ke Kodim.
Setelah pihak Kodim melakukan konfirmasi ke tempat kerja Sukrimanto, baru diketahui kalau dia merupakan pegawai kehutanan. Akhirnya Sukrimanto dilepas kembali.
Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) Kodim 1418 Mamuju Mayor Salahuddin menuturkan, gelagat Sukrimanto sangat mencurigakan. Dia masuk ke hutan dengan membawa perbekalan.
"Kami menangkapnya karena memang tidak ada informasi yang menunjukkan identitas. Apalagi tidak ada satupun warga dan tokoh masyarakat yang mengenali Sukrimanto," katanya, Kantor Kodim 1418 Mamuju, Rabu (17/10/2012).
Bahkan untuk kasus Sukrimanto, Korem 142 Taroada Tarogau (Tatag) Pare-Pare mengirimkan lima orang anggota intelnya ke Mamuju. Dari informasi yang berhasil dihimpun, mereka diperintahkan langsung oleh Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI M Nizam.
Dandim 1418 Mamuju Letkol (Inf) Satyo Ariyanto mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Sukrimanto bukan teroris. Setelah dikonfirmasi ke institusinya, ternyata dia memang pegawai kehutanan Balai Pemantapan Wilayah VII Makassar.
Dia membenarkan semua personelnya dalam posisi siaga. Informasi apapun yang menyangkut keamanan, akan ditindaklanjuti secara cepat.
Gerak-geriknya yang mencurigakan membuat Komando Distrik Militer (Kodim) 1418 mengirimkan lima petugas intelijennya ke hutan. Setelah mendapat perintah, akhirnya Sukrimanto ditangkap dan dibawa ke Kodim.
Setelah pihak Kodim melakukan konfirmasi ke tempat kerja Sukrimanto, baru diketahui kalau dia merupakan pegawai kehutanan. Akhirnya Sukrimanto dilepas kembali.
Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) Kodim 1418 Mamuju Mayor Salahuddin menuturkan, gelagat Sukrimanto sangat mencurigakan. Dia masuk ke hutan dengan membawa perbekalan.
"Kami menangkapnya karena memang tidak ada informasi yang menunjukkan identitas. Apalagi tidak ada satupun warga dan tokoh masyarakat yang mengenali Sukrimanto," katanya, Kantor Kodim 1418 Mamuju, Rabu (17/10/2012).
Bahkan untuk kasus Sukrimanto, Korem 142 Taroada Tarogau (Tatag) Pare-Pare mengirimkan lima orang anggota intelnya ke Mamuju. Dari informasi yang berhasil dihimpun, mereka diperintahkan langsung oleh Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI M Nizam.
Dandim 1418 Mamuju Letkol (Inf) Satyo Ariyanto mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Sukrimanto bukan teroris. Setelah dikonfirmasi ke institusinya, ternyata dia memang pegawai kehutanan Balai Pemantapan Wilayah VII Makassar.
Dia membenarkan semua personelnya dalam posisi siaga. Informasi apapun yang menyangkut keamanan, akan ditindaklanjuti secara cepat.
(ysw)