Pokja Depok tuntut kebebasan pers

Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:53 WIB
Pokja Depok tuntut kebebasan...
Pokja Depok tuntut kebebasan pers
A A A
Sindonews.com - Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Depok, Jawa Barat, melakukan aksi solidaritas atas tindak kekerasan yang menimpa wartawan di Riau kemarin. Para wartawan itu berasal dari media lokal dan nasional menuntut tindak kekerasan saat para pewarta berita meliput.

Pokja Wartawan Kota Depok melakukan aksi damai dengan melakukan orasi, membawa spanduk yang berisi kecaman terhadap tindak kekerasan yang menimpa Didik, wartawan Riau Post.

"Kami menuntut adanya perkuatan undang-undang (UU) keterbukaan publik. Adili pihak yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan," kata Ketua Pokja Kota Depok Feru Lantara di Gedung DPRD Depok, Jawa Barat, Rabu (17/10/2012).

Mereka juga menuntut agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Penglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengusut tuntas kasus tersebut.

Serta meminta jaminan kepada negara agar kasus serupa tidak terjadi lagi di mana pun. "Pekerjaan kami dilindungi institusi. Dan kami bekerja profesional," tukasnya.

Selain orasi, para wartawan ini melakukan aksi teatrikal saat meliput dan mendapat tindak kekerasan. Mereka juga menggantungkan kartu identitas wartawan sebagai simbol matinya kebebasan pers.

Perwakilan sejumlah lembaga juga ikut mendukung aksi damai dengan membubuhkan tanda tangan untuk melawan tindak kekerasan wartawan. Di antaranya, Ketua DPRD Kota Depok, Kasi Humas Polresta Depok dan advokat.

Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto mengaku, prihatin atas kasus yang menimpa wartawan. Pihaknya akan meneruskan tuntutan wartawan yang tertuang dalam sebuah petisi ke DPR RI. DPRD juga menjamin adanya kebebasan pers.

"Saya akan layangkan sura sejumlah instani agar mengerti UU keterbukaan publik. Kami menjamin kebebasan rekan wartawan," ucap Rintis.

Ditegaskan dia, jika terjadi tindak kekerasan terhadap wartawan di Depok maka pihaknya akan mengawal di garda terdepan. "Kami akan lindungi rekan pers. Kami turut prihatin atas tindak kekerasn kemarin," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Wartawan Detik Diteror,...
Wartawan Detik Diteror, Forum Pemred Desak Polisi Bertindak
Sepanjang 2020, Kekerasan...
Sepanjang 2020, Kekerasan Dialami Jurnalis dalam Bertugas
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Sebelum Jatuh ke Tanah,...
Sebelum Jatuh ke Tanah, Pilot Pesawat TNI Nyangkut di Rumah Kosong
Dewan Pers Kecam Kekerasan...
Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Menghebohkan! Media...
Menghebohkan! Media Rusia Tuntut Google USD20 Desiliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved