Ruang kreatif anak dikekang sekolah?
Rabu, 17 Oktober 2012 - 09:20 WIB
Ruang kreatif anak dikekang sekolah?
A
A
A
Sindonews.com - Sistem belajar dan kurikulum yang diterapkan sekolah sangat padat dan berat bagi siswa-siswi. Hal ini kemudian membuat ruang kreasi anak didik hangus dan sulit untuk dirasakan oleh siswa.
"Sekolah itu harusnya menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik. Tapi kan yang terjadi kurikulum sekolah justru sangat memberatkan. Lihat saja, rata-rata 8 sampai 11 mata pelajaran atau matakuliah per semester," kata Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, kurikulum yang memberatkan pada gilirannya menghanguskan ruang imajinasi kreatif anak didik.
"Padahal sebuah perkembangan pemikiran dan kreatifitas itu biasanya datang dari imajinasi kreatif," tegasnya.
Masalah pendidikan memang menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk fraksi-fraksi di DPR. Salah satunya Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang secara khusus mengupas tentang pendidikan yang justru tak bisa mencegah terjadinya tawuran dan sikap beringas siswa.
Ketua Fraksi PPP Hazrul Azwar mengatakan, tawuran pelajar yang marak terjadi juga memiliki korelasi dengan kurikulum yang memberatkan.
"Cukup ironis tawuran terjadi di tengah anggaran pendidikan yang cukup tinggi. Kok bukan siswa makin cerdas, tapi makin banyak tawuran. Ini harus didalami akar soalnya," ujarnya.
"Sekolah itu harusnya menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik. Tapi kan yang terjadi kurikulum sekolah justru sangat memberatkan. Lihat saja, rata-rata 8 sampai 11 mata pelajaran atau matakuliah per semester," kata Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, kurikulum yang memberatkan pada gilirannya menghanguskan ruang imajinasi kreatif anak didik.
"Padahal sebuah perkembangan pemikiran dan kreatifitas itu biasanya datang dari imajinasi kreatif," tegasnya.
Masalah pendidikan memang menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk fraksi-fraksi di DPR. Salah satunya Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang secara khusus mengupas tentang pendidikan yang justru tak bisa mencegah terjadinya tawuran dan sikap beringas siswa.
Ketua Fraksi PPP Hazrul Azwar mengatakan, tawuran pelajar yang marak terjadi juga memiliki korelasi dengan kurikulum yang memberatkan.
"Cukup ironis tawuran terjadi di tengah anggaran pendidikan yang cukup tinggi. Kok bukan siswa makin cerdas, tapi makin banyak tawuran. Ini harus didalami akar soalnya," ujarnya.
(mhd)