Jelang Idul Adha, sejumlah pedagang hewan disidak
Rabu, 17 Oktober 2012 - 08:49 WIB
Jelang Idul Adha, sejumlah pedagang hewan disidak
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta melakukan sidak hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1433 H. Dalam kesempatan tersebut sejumlah hewan kurban seperti sapi dan kambing diambil sampel darahnya guna diuji di laboratorium.
"Kami ingin memastikan apakah hewan kurban yang ada memang memenuhi syarat untuk diperjual belikan. Kalaikan itu meliputi kesehatan hewan, tempat berjualan dan juga bentuk fisik hewan agar tidak ada kecacatan," terang Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani saat melakukan sidak penjual hewan kurban Jalan Dewi Sartika Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, total sudah 500 hewan kurban yang diambil sampelnya di lima wilayah di DKI Jakarta. Untuk itu dirinya berharap agar hewan kurban yang dijual memang benar-benar sehat dan tidak ditemukan adanya penyakit yang membahayakan.
"Kami berharap tidak ditemukan adanya penyakit antrax yang bisa menyerang hewan. Jika hal tersebut terjadi, maka hewan tersebut akan segera dimusnahkan," tutur Ipih.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil pemeriksaan darah yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi bukti hewan yang diperjual belikan dalam kondisi baik dan laik.
"Hasil laboratorium sih cepat, besok sudah bisa dilihat. Nantinya pedagang hewan yang lolos uji kelaikan akan mendapatkan sertifikasi laik dan aman," tambahnya.
Dia mengatakan, jika kegiatan semacam ini akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha esok. "Bagaimanapun kesehatan hewan kurban harus dijamin. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan adanya hewan yang membahayakan kesehatan," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang didatangi oleh dinas peternakan dan perikanan Arif (45) mengaku senang dan tidak keberatan. Menurutnya, sapi dan kambing yang didatangkan dari Boyolali, Jawa Tengah tersebut, memang berkualitas dan bebas dari penyakit.
"Kalau sakit sih biasanya hanya pilek saja. Diberikan obat dan vitamin besoknya sapi dan kambing sudah sehat kembali," ucapnya.
Selain itu, Arif menjelaskan, jika kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan hewan kurban yang dijualnya. Dengan begitu dia berharap, omset yang akan diraihnya pun dapat meningkat.
"Jika sudah ada pemeriksaan resmi seperti ini kan masyarakat juga dapat melihat dan percaya akan kualitas dagangan saya," tambah Arif.
Menurutnya, tahun ini atau 10 hari jelang Idul Adha, penjualan hewan kurban ditempatnya tergolong masih sepi. Dibandingkan tahun lalu misalnya di H-10 saja dirinya sudah mampu meraup 60 ekor hewan kurban baik sapi maupun kambing. Sementara saat ini dirinya baru berhasil menjual sebanyak 30 ekor.
"Bedanya jauh, kemungkinan memang karena harga hewan kurban yang meningkat tajam sehingga banyak orang yang mengurungkan niatnya," tuturnya.
"Kami ingin memastikan apakah hewan kurban yang ada memang memenuhi syarat untuk diperjual belikan. Kalaikan itu meliputi kesehatan hewan, tempat berjualan dan juga bentuk fisik hewan agar tidak ada kecacatan," terang Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani saat melakukan sidak penjual hewan kurban Jalan Dewi Sartika Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/10/2012).
Menurutnya, total sudah 500 hewan kurban yang diambil sampelnya di lima wilayah di DKI Jakarta. Untuk itu dirinya berharap agar hewan kurban yang dijual memang benar-benar sehat dan tidak ditemukan adanya penyakit yang membahayakan.
"Kami berharap tidak ditemukan adanya penyakit antrax yang bisa menyerang hewan. Jika hal tersebut terjadi, maka hewan tersebut akan segera dimusnahkan," tutur Ipih.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil pemeriksaan darah yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi bukti hewan yang diperjual belikan dalam kondisi baik dan laik.
"Hasil laboratorium sih cepat, besok sudah bisa dilihat. Nantinya pedagang hewan yang lolos uji kelaikan akan mendapatkan sertifikasi laik dan aman," tambahnya.
Dia mengatakan, jika kegiatan semacam ini akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha esok. "Bagaimanapun kesehatan hewan kurban harus dijamin. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan adanya hewan yang membahayakan kesehatan," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang yang didatangi oleh dinas peternakan dan perikanan Arif (45) mengaku senang dan tidak keberatan. Menurutnya, sapi dan kambing yang didatangkan dari Boyolali, Jawa Tengah tersebut, memang berkualitas dan bebas dari penyakit.
"Kalau sakit sih biasanya hanya pilek saja. Diberikan obat dan vitamin besoknya sapi dan kambing sudah sehat kembali," ucapnya.
Selain itu, Arif menjelaskan, jika kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan hewan kurban yang dijualnya. Dengan begitu dia berharap, omset yang akan diraihnya pun dapat meningkat.
"Jika sudah ada pemeriksaan resmi seperti ini kan masyarakat juga dapat melihat dan percaya akan kualitas dagangan saya," tambah Arif.
Menurutnya, tahun ini atau 10 hari jelang Idul Adha, penjualan hewan kurban ditempatnya tergolong masih sepi. Dibandingkan tahun lalu misalnya di H-10 saja dirinya sudah mampu meraup 60 ekor hewan kurban baik sapi maupun kambing. Sementara saat ini dirinya baru berhasil menjual sebanyak 30 ekor.
"Bedanya jauh, kemungkinan memang karena harga hewan kurban yang meningkat tajam sehingga banyak orang yang mengurungkan niatnya," tuturnya.
(mhd)