UU Kamnas belum disahkan, TNI sudah berulah

Rabu, 17 Oktober 2012 - 07:36 WIB
UU Kamnas belum disahkan,...
UU Kamnas belum disahkan, TNI sudah berulah
A A A
Sindonews.com - Budaya kekerasan yang masih melekat di kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikhawatirkan akan semakin merajalela dengan adanya Undang-Undang Keamanan Nasional (Kamnas). Hal itu dikhawatirkan makin memberi kesempatan kepada tentara yang melakukan kekerasan tidak tersentuh hukum.

"Budaya ini (kekerasan) akan makin mengkhawatirkan, karena makin merajalela. Manakala UU Kamnas yang memberi kesempatan kepada tentara untuk masuk ke ranah penegakan keamanan ditetapkan," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Lebih lanjut, Ray menjelaskan, dengan mengatasnamakan ancaman terhadap negara, maka tentara dapat langsung terlibat di dalam penegakan keamanan itu. Dan kasus kekerasan yang terjadi pada seorang wartawan di Pekanbaru, Riau, merupakan bukti dengan mudahnya ruang kebebasan sipil dienyahkan.

"Atas nama mengancam keamanan negara, tentara dapat langsung terlibat dalam penegakan keamanan. Kasus hari ini (Selasa 16 Oktober 2012) menjelaskan kepada kita betapa mudahnya ruang kebebasan sipil itu dienyahkan," tegas Ray.

Di sisi lain, hanya karena alasan rahasia negara, tentara langsung melakukan pemukulan terhadap wartawan. Sehingga tidak akan bisa dibayangkan tindakan apalagi yang bisa dilakukan tentara apabila UU Kamnas versi saat ini benar-benar disahkan.

"Hanya karena alasan rahasia negara, wartawan langsung dipukuli oleh tentara. Tak terbayangkan seperti apa, tindakan apa yang akan dilakukan oleh tentara jika RUU Kamnas dengan versi sekarang ini telah diterbitkan," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU terjatuh di sekitar pemukiman warga RT 03/RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Saat tengah melakukan peliputan, belasan wartawan dianiaya oleh anggota TNI AU yang tengah berjaga di lokasi jatuhnya pesawat. Diantara wartawan yang menjadi korban kekerasan adalah pewarta foto Riau Pos (Jawapos Grup) Didik Herwanto. Tak hanya wartawan, warga disekitar lokasi jatuhnya pesawat juga ikut menjadi korban kekerasan.

Didik mengaku dipukul, bahkan dicekik oleh oknum anggota TNI saat hendak mengambil gambar pesawat jatuh. Dia dipukul oleh Letkol Robert Simanjuntak yang merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin, beserta beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.

Didik kemudian mengadukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) pada Kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin. Surat pengaduan tersebut ber-nomor POM-434/A/IDIK-01/X/2012/Rsn.
(san)
Berita Terkait
Wartawan Detik Diteror,...
Wartawan Detik Diteror, Forum Pemred Desak Polisi Bertindak
Sepanjang 2020, Kekerasan...
Sepanjang 2020, Kekerasan Dialami Jurnalis dalam Bertugas
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Sebelum Jatuh ke Tanah,...
Sebelum Jatuh ke Tanah, Pilot Pesawat TNI Nyangkut di Rumah Kosong
Dewan Pers Kecam Kekerasan...
Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved