Pakai gaya orba, TNI pukuli wartawan
Rabu, 17 Oktober 2012 - 07:23 WIB
Pakai gaya orba, TNI pukuli wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyatakan, kekerasan belum bisa sepenuhnya hilang dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ada saat ini.
"Penggunaan kekerasan tersebut menandaskan betapa berbahaya kekerasan yang belum sepenuhnya hilang dari lingkungan TNI," ujar Ray saat berbincang dengan Sindonews di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Budaya kekerasan itu, juga dapat menjadi petunjuk, betapa masih melekatnya budaya Orde Baru (Orba) di kalangan TNI. "Budaya kekerasan, rendahnya penghormatan terhadap HAM, dan penindakan yang disertai kekerasan, menunjukan masih melekatnya budaya Orba di lingkungan tentara," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU terjatuh di sekitar pemukiman warga RT 03/RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Saat tengah melakukan peliputan, belasan wartawan dianiaya oleh anggota TNI AU yang tengah berjaga di lokasi jatuhnya pesawat. Diantara wartawan yang menjadi korban kekerasan adalah pewarta foto Riau Pos (Jawapos Grup) Didik Herwanto. Tak hanya wartawan, warga disekitar lokasi jatuhnya pesawat juga ikut menjadi korban kekerasan.
Didik mengaku dipukul, bahkan dicekik oleh oknum anggota TNI saat hendak mengambil gambar pesawat jatuh. Dia dipukul oleh Letkol Robert Simanjuntak yang merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin, beserta beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.
Didik kemudian mengadukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) pada Kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin. Surat pengaduan tersebut ber-nomor POM-434/A/IDIK-01/X/2012/Rsn.
"Penggunaan kekerasan tersebut menandaskan betapa berbahaya kekerasan yang belum sepenuhnya hilang dari lingkungan TNI," ujar Ray saat berbincang dengan Sindonews di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Budaya kekerasan itu, juga dapat menjadi petunjuk, betapa masih melekatnya budaya Orde Baru (Orba) di kalangan TNI. "Budaya kekerasan, rendahnya penghormatan terhadap HAM, dan penindakan yang disertai kekerasan, menunjukan masih melekatnya budaya Orba di lingkungan tentara," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU terjatuh di sekitar pemukiman warga RT 03/RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Saat tengah melakukan peliputan, belasan wartawan dianiaya oleh anggota TNI AU yang tengah berjaga di lokasi jatuhnya pesawat. Diantara wartawan yang menjadi korban kekerasan adalah pewarta foto Riau Pos (Jawapos Grup) Didik Herwanto. Tak hanya wartawan, warga disekitar lokasi jatuhnya pesawat juga ikut menjadi korban kekerasan.
Didik mengaku dipukul, bahkan dicekik oleh oknum anggota TNI saat hendak mengambil gambar pesawat jatuh. Dia dipukul oleh Letkol Robert Simanjuntak yang merupakan anggota Lanud Roesmin Nurjadin, beserta beberapa orang anggota Yon 462 Paskhas.
Didik kemudian mengadukan tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) pada Kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin. Surat pengaduan tersebut ber-nomor POM-434/A/IDIK-01/X/2012/Rsn.
(san)