500 hewan kurban diambil sampel darahnya
Selasa, 16 Oktober 2012 - 22:16 WIB
500 hewan kurban diambil sampel darahnya
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memastikan hewan kurban yang dipasarkan di Jakarta aman, Dinas peternakan dan perikanan DKI Jakarta melakukan pemeriksaan darah terhadap 500 hewan kurban. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang terjangkit antraks.
Kadis Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani menjelaskan kegiatan ini telah dilakukan sejak 12 Oktober2012.
"Kami ingin memastikan apakah hewan kurban yang ada memang memenuhi syarat untuk diperjual belikan," ujarnya saat melakukan sidak penjual hewan kurban Jalan Dewi Sartika Kramatjati Jakarta Timur, Selasa (16/10/2012).
Menurut Ipih total sudah 500 hewan kurban yang diambil sampelnya di lima wilayah di DKI Jakarta. "Kami berharap tidak ditemukan adanya penyakit antraks. Jika ditemukan maka hewan tersebut akan segera dimusnahkan," tutur Ipih.
Lebih lanjut Ipih menjelaskan hasil pemeriksaan darah yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi bukti bahwa hewan yang diperjual belikan dalam kondisi baik dan laik.
"Hasil lab sih cepat, besok sudah bisa dilihat. Nantinya pedagang hewan yang lolos uji kelaikan akan mendapatkan sertifikasi laik dan aman," tambah Ipih.
Ipih mengatakan jika kegiatan semacam ini akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha esok.
"Bagaimanapun kesehatan hewan kurban harus dijamin. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan adanya hewan yang membahayakan kesehatan," imbuhnya.
Kadis Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruyani menjelaskan kegiatan ini telah dilakukan sejak 12 Oktober2012.
"Kami ingin memastikan apakah hewan kurban yang ada memang memenuhi syarat untuk diperjual belikan," ujarnya saat melakukan sidak penjual hewan kurban Jalan Dewi Sartika Kramatjati Jakarta Timur, Selasa (16/10/2012).
Menurut Ipih total sudah 500 hewan kurban yang diambil sampelnya di lima wilayah di DKI Jakarta. "Kami berharap tidak ditemukan adanya penyakit antraks. Jika ditemukan maka hewan tersebut akan segera dimusnahkan," tutur Ipih.
Lebih lanjut Ipih menjelaskan hasil pemeriksaan darah yang dilakukan tersebut nantinya akan menjadi bukti bahwa hewan yang diperjual belikan dalam kondisi baik dan laik.
"Hasil lab sih cepat, besok sudah bisa dilihat. Nantinya pedagang hewan yang lolos uji kelaikan akan mendapatkan sertifikasi laik dan aman," tambah Ipih.
Ipih mengatakan jika kegiatan semacam ini akan terus dilakukan hingga H-1 Idul Adha esok.
"Bagaimanapun kesehatan hewan kurban harus dijamin. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan adanya hewan yang membahayakan kesehatan," imbuhnya.
(ysw)