TNI akui larang wartawan liput Hawk
Selasa, 16 Oktober 2012 - 15:41 WIB
TNI akui larang wartawan liput Hawk
A
A
A
Sindonews.com - Pihak TNI mengakui melarang para awak media untuk mengambil gambar pesawat tempur Hawk 200 milik TNI yang jatuh di Desa Pasir Putih, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
"Iya memang begitu. Kalau untuk pesawat tempur kan rahasia ya. Nanti kalau misalnya (pesawatnya) bawa bom, nanti situ (wartawan) yang kena bomnya. Sebetulnya ada kerahasiaannya juga," terang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengakui, kalau pihaknya sudah mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tempur tersebut. "Kalau pesawat tempur (jatuh) kan baru pertama kali ini. Setiap ada accident kita selidiki," kata dia.
Dia mengatakan, setiap ada kejadian seperti ini pesawat tersebut digrounded (dikandangkan) untuk sementara sampai ditemukan penyebabnya.
"Khusus satu pesawat jenis itu. Kita punya 32 (jenis ini) dan dua skadron. Datang ke kita (TNI AU) sekitar tahun 1994," ujarnya.
Sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh di Pekanbaru, Riau, hingga saat ini belum bisa dievakuasi. Posisi pesawat hanya sekira 50 meter dari perumahan warga tepatnya di Jalan Amal, Bencah, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat lahan kosong yang ditumbuhi ilalang samping rumah warga itu terlihat gosong bekas terbakar. Sementara pesawat nahas itu terlihat ditutupi jenis parasut TNI berwarna hijau.
Tidak satupun warga diperbolehkan masuk ke lokasi kecuali aparat keamanan. Menurut salah seorang warga setempat Edi saat kejadian warga dihebohkan dengan suara gemuruh di udara yang ternyata adalah pesawat Hawk yang lagi berputar-putar di udara.
"Iya memang begitu. Kalau untuk pesawat tempur kan rahasia ya. Nanti kalau misalnya (pesawatnya) bawa bom, nanti situ (wartawan) yang kena bomnya. Sebetulnya ada kerahasiaannya juga," terang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengakui, kalau pihaknya sudah mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tempur tersebut. "Kalau pesawat tempur (jatuh) kan baru pertama kali ini. Setiap ada accident kita selidiki," kata dia.
Dia mengatakan, setiap ada kejadian seperti ini pesawat tersebut digrounded (dikandangkan) untuk sementara sampai ditemukan penyebabnya.
"Khusus satu pesawat jenis itu. Kita punya 32 (jenis ini) dan dua skadron. Datang ke kita (TNI AU) sekitar tahun 1994," ujarnya.
Sebelumnya, pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh di Pekanbaru, Riau, hingga saat ini belum bisa dievakuasi. Posisi pesawat hanya sekira 50 meter dari perumahan warga tepatnya di Jalan Amal, Bencah, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Berdasarkan pantauan di lokasi terlihat lahan kosong yang ditumbuhi ilalang samping rumah warga itu terlihat gosong bekas terbakar. Sementara pesawat nahas itu terlihat ditutupi jenis parasut TNI berwarna hijau.
Tidak satupun warga diperbolehkan masuk ke lokasi kecuali aparat keamanan. Menurut salah seorang warga setempat Edi saat kejadian warga dihebohkan dengan suara gemuruh di udara yang ternyata adalah pesawat Hawk yang lagi berputar-putar di udara.
(mhd)