Bawaslu sibuk dengan dirinya sendiri

Selasa, 16 Oktober 2012 - 07:07 WIB
Bawaslu sibuk dengan...
Bawaslu sibuk dengan dirinya sendiri
A A A
Sindonews.com - Berbagai kerumitan mulai muncul terkait persiapan Pemilu 2014. Pada pendaftaran dan penyerahan berkas partai politik (parpol) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejumlah persoalan sudah muncul di mana-mana.

Mulai dari data yang dinyatakan kurang, perbedaan tafsir antara verifikator dengan peserta pemilu hingga terjadinya perubahan peraturan di tengah-tengah verifikasi. Salah satu paling fenomenal adalah soal penggunaan sipol. Padahal, hari ini, adalah batas akhir penyerahan perbaikan berkas parpol calon peserta pemilu.

Di tengah kerumitan yang mulai muncul itu, kiprah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) malah tidak terlihat.

"Bawaslu malah sepi, seperti tidak ada masalah, Bawaslu sibuk dengan dirinya sendiri," kritik Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuty, di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Menurut Ray, Bawaslu terlihat sibuk dengan urusan-urusan internal. Dari mulai menyiapkan Bawaslu-Bawaslu daerah, hingga pembuatan peraturan-peraturan Bawaslu.

Sampai saat ini, juga tidak ada satu peraturan yang khususnya terkait dengan tahapan pemilu selesai dibahas untuk ditetapkan. Begitu pula pembahasan di lingkungan DPR, masih juga tak jelas kapan diagendakan. Padahal tahapan penetapan hasil verifikasi admintrasi tinggal satu minggu lagi.

"Penetapan admistrasi sendiri bersifat diskualifikasi. Artinya, ada potensi di mana KPU dapat digugat ke Bawaslu. Sayangnya, peraturan tentang sengketa dan tata cara bersengketa sampai sekarang belum juga ditetapkan," ujar Ray.

Ray mengatakan kondisi saat ini bisa dibilang sangat genting. Tapi Bawaslu terlihat santai menghadapinya. Tak terlihat advokasi mendalam agar peraturan itu mendapat perhatian khusus di DPR.

"Bawaslu hanya mengeluh dan menyerahkan semuanya pada alam. Padahal, sejatinya peraturan itu sudah harus disosialisasikan kepada parpol. Pola kerja Bawaslu yang selalu menunggu di ujung ini sudah semesatinya diubah. Agar Bawaslu tak selalu hadir dipinggir tapi di pusat tahapan," kritiknya lagi.

Bawaslu selama ini tidak hanya ribut karena laporan, tapi minim temuan. Yang semestinya dilakukan mengantisipasi dan mencegah.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved