Anggaran ditambah, Polri & Kajagung harus optimal

Selasa, 16 Oktober 2012 - 06:01 WIB
Anggaran ditambah, Polri...
Anggaran ditambah, Polri & Kajagung harus optimal
A A A
Sindonews.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( FPKS) adalah tujuh dari sembilan partai yang sepakat mengenai perimbangan anggaran antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Anggota Fraksi PKS Indra mengatakan, dukungan PKS atas perimbangan anggaran antara KPK, Kepolisan, dan Kejaksaan Agung ditunjukannya untuk mendukungnya optimalisasi dan efektifitas pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh kepolisian kejagung.

“Saya kira ini kebijakan penting dan strategis untuk mempercepat pemberantasan korupsi di negeri ini”, ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Dia mengatakan, tidak ada lagi alasan keterbatasan anggaran yang menghalangi kinerja untuk pemberantasan korupsi.

"Dengan adanya politik anggaran tripikor ini kami (PKS) berharap ada persaingan yang sehat dalam pemberantasan korupsi. Ini adalah cita-cita kita untuk memberantas korupsi secara massif dan efektif di seluruh Indonesia”, ujarnya.

Menurut Anggota komisi IX ini, kepolisian dan kejaksaan sering beralasan tidak efektifnya pemberantasan karena anggaran untuk pemberantasan korupsi sangat kecil, di bawah KPK.

”Dengan begitu tidak ada lagi alasan bagi kepolisian dan kejagung soal anggaran lagi,”, tegasnya.

Dengan diberikan anggaran yang sama, maka publik dapat melihat secara objektif institusi mana yang efektif dalam pemberantasan korupsi.

Apabila nanti di perjalanan, pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh kepolisian dan kejagung tidak efektif atau tidak sesuai dengan harapan maka dapat dipastikan ada persoalan mendasar lainnya di internal kepolisian dan kejagung.

”Berarti ada kultur, struktur dan sistem yang salah di kepolisian dan kejagung”, ungkapnya.

Menurut dia, penyerataan anggaran tripikor di KPK, Kepolisian, dan Kejagung merupakan peluang sekaligus tantangan untuk ketiga institusi penegak hukum tersebut dalam melakukan pemerantasan korupsi.

Anggaran perkasus tipikor di kepolisian sekitar Rp37 juta, sedangkan anggaran perkasus di KPK sekitar Rp300 juta. ”Ini yang membuat alasan kepolisian tidak optimal dalam penyelidikan”, tegasnya.

Menurut dia tidak ada ke kekhawatiran atas tumpang tindih dalam pembrantasan kasus korupsi yang terpenting ke semua institusi penegak hukum bisa saling bersinergis dan bekerja sama serta berlomba-lomba dalam mengoptimalisasi pemberantasan korupsi.
(lns)
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
Hakordia 2023, CBA Lihat...
Hakordia 2023, CBA Lihat Kinerja Kejaksaan Positif
RUU Kejaksaan Diyakini...
RUU Kejaksaan Diyakini Perkuat Kinerja Penegakan Hukum Kejagung
Sejumlah Capaian Kejagung...
Sejumlah Capaian Kejagung Tangani Kasus Korupsi di 2023, Ini Rinciannya
Puan Maharani Akui Kinerja...
Puan Maharani Akui Kinerja DPR Alami Kemunduran akibat Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved