Demokrat minta KPK jangan buat sensasi
Minggu, 14 Oktober 2012 - 17:09 WIB
Demokrat minta KPK jangan buat sensasi
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang mengklaim akan menyiapkan kejutan tersangka baru pada kasus korupsi Hambalang, mendapat respon dari Partai Demokrat.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman meminta KPK tidak membuat sensasi dengan menyebutkan calon tersangka baru dalam kasus proyek senilai Rp2,5 triliun itu.
"Saya menghargai kinerja KPK, cuma saya minta KPK jangan membuat sensasi dengan mengumumkan nama tersangka baru khususnya masalah Hambalang, karena ini bisa menurunkan elektabilitas dan suara partai," katanya, usai acara diskusi yang bertemakan "Kecenderungan Swing Voter Pemilih Partai Menjelang Pemilu 2014", di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Menurutnya, apa yang disampaikan KPK, sangat berpengaruh terhadap perkembangan Partai Demokrat. Pasalnya, hal tersebut membuat stigma masyarakat kepada Partai Demokrat memburuk.
"Karena dengan kasus Hambalang stigmanya jelas kepada Anas atau Andi Malaranggeng. Padahal belum ada kejelasan terkait itu, jadi KPK jangan buat sensasi," tegasnya.
Lebih lanjut menurut Hayono, sebaiknya KPK menangkap pihak-pihak yang terbukti korupsi untuk selanjutnya diumumkan kepada masyarakat.
"Lebih bagus tangkap dulu orangnya, baru diumumkan kepada masyarakat. Ya, saya menghargai kinerja KPK dan Demokrat tidak akan mengintervensi soal itu, tapi tolong jangan bicara dahulu tapi belum menangkap, masyarakat berpikir hal ini tertuju pada kami (Demokrat)," tukasnya.
Seperti diketahui, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, siap memberi kejutan tersangka baru dalam kasus korupsi pembangunan sport center di Hambalang.
“Perkembangan Hambalang, mudah-mudahan akan ada yang mengejutkan kita semua,“ kata Abraham saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2012.
Namun, disayangkan kejutan tersebut tidak mau dibuka secara gamblang oleh Abraham. Dia malah mengeluarkan pernyataan normatif mengenai kasus tersebut.
“Yang jelas kasus ini masih kita dalami terus dan pada akhirnya kalian akan bisa meng-update status ini dan mungkin yang ada dalam pikiran kalian akan terjadi,“ jelasnya.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman meminta KPK tidak membuat sensasi dengan menyebutkan calon tersangka baru dalam kasus proyek senilai Rp2,5 triliun itu.
"Saya menghargai kinerja KPK, cuma saya minta KPK jangan membuat sensasi dengan mengumumkan nama tersangka baru khususnya masalah Hambalang, karena ini bisa menurunkan elektabilitas dan suara partai," katanya, usai acara diskusi yang bertemakan "Kecenderungan Swing Voter Pemilih Partai Menjelang Pemilu 2014", di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Menurutnya, apa yang disampaikan KPK, sangat berpengaruh terhadap perkembangan Partai Demokrat. Pasalnya, hal tersebut membuat stigma masyarakat kepada Partai Demokrat memburuk.
"Karena dengan kasus Hambalang stigmanya jelas kepada Anas atau Andi Malaranggeng. Padahal belum ada kejelasan terkait itu, jadi KPK jangan buat sensasi," tegasnya.
Lebih lanjut menurut Hayono, sebaiknya KPK menangkap pihak-pihak yang terbukti korupsi untuk selanjutnya diumumkan kepada masyarakat.
"Lebih bagus tangkap dulu orangnya, baru diumumkan kepada masyarakat. Ya, saya menghargai kinerja KPK dan Demokrat tidak akan mengintervensi soal itu, tapi tolong jangan bicara dahulu tapi belum menangkap, masyarakat berpikir hal ini tertuju pada kami (Demokrat)," tukasnya.
Seperti diketahui, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, siap memberi kejutan tersangka baru dalam kasus korupsi pembangunan sport center di Hambalang.
“Perkembangan Hambalang, mudah-mudahan akan ada yang mengejutkan kita semua,“ kata Abraham saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2012.
Namun, disayangkan kejutan tersebut tidak mau dibuka secara gamblang oleh Abraham. Dia malah mengeluarkan pernyataan normatif mengenai kasus tersebut.
“Yang jelas kasus ini masih kita dalami terus dan pada akhirnya kalian akan bisa meng-update status ini dan mungkin yang ada dalam pikiran kalian akan terjadi,“ jelasnya.
(maf)