2014, partai berbasis agama kurang laku
Minggu, 14 Oktober 2012 - 13:37 WIB
2014, partai berbasis agama kurang laku
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang diprediksi akan didominasi partai nasionalis, bukan partai berbasiskan keagamaan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam melihat peluang partai politik (parpol) 2014.
“Pemilu 2014 adalah pertarungan partai dan capres nasionalis. Sedangkan partai Islam hanya akan menjadi pelengkap saja,“ kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Adjie juga mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, partai partai berbasis Islam itu tidak akan menembus urutan angka lima besar partai favorit pilihan masyarakat. Pasalnya, perolehan suara partai Islam mengalami penurunan.
Misalnya, pada pemilu tahun 1955, partai Islam hanya mendapatkan 43,7 persen, tahun 1999 sebanyak 36,8 persen, tahun 2004 sebanyak 38,1 persen dan tahun 2009 sebanyak 23,1 persen. Sedangkan untuk tahun ini, Adjie berspekulasi, partai Islam hanya akan mendapat suara sebanyak 21,1 persen.
Bahkan, tokoh Islam yang digadang-gadang akan maju sebagai capres seperti Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali serta Luthi Hasan Ishaq pun tidak mampu menembus suara lebih dari lima persen.
“Jika kondisi dalam survei ini tetap bertahan, maka peluang tokoh parpol Islam ini untuk maju sebagai capres akan sangat kecil,“ jelasnya.
“Pemilu 2014 adalah pertarungan partai dan capres nasionalis. Sedangkan partai Islam hanya akan menjadi pelengkap saja,“ kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Adjie juga mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, partai partai berbasis Islam itu tidak akan menembus urutan angka lima besar partai favorit pilihan masyarakat. Pasalnya, perolehan suara partai Islam mengalami penurunan.
Misalnya, pada pemilu tahun 1955, partai Islam hanya mendapatkan 43,7 persen, tahun 1999 sebanyak 36,8 persen, tahun 2004 sebanyak 38,1 persen dan tahun 2009 sebanyak 23,1 persen. Sedangkan untuk tahun ini, Adjie berspekulasi, partai Islam hanya akan mendapat suara sebanyak 21,1 persen.
Bahkan, tokoh Islam yang digadang-gadang akan maju sebagai capres seperti Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali serta Luthi Hasan Ishaq pun tidak mampu menembus suara lebih dari lima persen.
“Jika kondisi dalam survei ini tetap bertahan, maka peluang tokoh parpol Islam ini untuk maju sebagai capres akan sangat kecil,“ jelasnya.
(kur)