Parpol di parlemen tak siap verifikasi ulang
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 13:54 WIB
Parpol di parlemen tak siap verifikasi ulang
A
A
A
Sindonews.com - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sembilan partai politik (parpol) di parlemen agar mengikuti verifikasi ulang.
Namun, tampaknya sembilan parpol itu kurang siap mengikuti verifikasi lagi. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jendral Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Rofiq.
"Saya kira mereka tidak siap dengan keputusan ini, tetapi saya kira sebagai partai yang sudah eksis akan gampang sekali mempersiapkan peraturan undang-undang," ujar Rofiq usai diskusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu (13/10/2012).
Lahirnya undang-undang Nomer 12 tahun 2012 tentang Parpol dilakukan sangat sistematis untuk menghalangi partai non parlemen. "Itu sistematis, sengaja, dan semangat mereka juga untuk menyederhanakan parpol," ujarnya.
NasDem sendiri, lanjut Rofiq, juga mempunyai semangat yang sama untuk melakukan penyederhanaan parpol. Pasalnya hal itu juga berpengaruh terhadap kualitas demokrasi, para elit partai teruji dan menghilangkan politik transaksional.
"Kita juga punya keyakinan semakin sedikit parpol maka demokrasi akan semakin berkualitas," pungkasnya.
Namun, tampaknya sembilan parpol itu kurang siap mengikuti verifikasi lagi. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jendral Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Rofiq.
"Saya kira mereka tidak siap dengan keputusan ini, tetapi saya kira sebagai partai yang sudah eksis akan gampang sekali mempersiapkan peraturan undang-undang," ujar Rofiq usai diskusi polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu (13/10/2012).
Lahirnya undang-undang Nomer 12 tahun 2012 tentang Parpol dilakukan sangat sistematis untuk menghalangi partai non parlemen. "Itu sistematis, sengaja, dan semangat mereka juga untuk menyederhanakan parpol," ujarnya.
NasDem sendiri, lanjut Rofiq, juga mempunyai semangat yang sama untuk melakukan penyederhanaan parpol. Pasalnya hal itu juga berpengaruh terhadap kualitas demokrasi, para elit partai teruji dan menghilangkan politik transaksional.
"Kita juga punya keyakinan semakin sedikit parpol maka demokrasi akan semakin berkualitas," pungkasnya.
(lns)