Tidak semua pengurus partai melek teknologi
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 06:12 WIB
Tidak semua pengurus partai melek teknologi
A
A
A
Sindonews.com - Diterapkannya Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dalam proses verifikasi partai politik (Parpol) ternyata membuat partai persatuan pembangunan (PPP) merasa keberatan. Pasalnya hal itu cukup merepotkan, dan belum semua pengurus parpol melek teknologi informasi.
"Kita sudah menyampaikan keberatan, tapi KPU bergeming," kata Sekretaris Jendral (Sekjend) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP Muhammad Romahurmuziy, melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Sabtu (13/10/2010).
Politikus partai berlambang Kabah ini menilai, diterapkannya sipol belum tentu semua pengurus partai politik bisa menggunakan sistem yang sudah diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurutnya Pegawai Negeri Sipil Saja (PNS) saja belum tentu bisa mengaplikasikan komputer dengan baik apalagi pengurus partai.
"Jangankan aparat partai, PNS saja di daerah belum tentu semua melek komputer untuk menginput data Sipol," kilahnya.
Namun, Ketua Komisi IV ini tetap meyakinkan sebagai parpol yang taat terhadap peraturan, partainya akan tetap menjalankan sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Bahwa itu menyulitkan iya, namun sebagai parpol yang taat asas, kita tetap mengikuti ketentuan yang ada," pungkasnya.
"Kita sudah menyampaikan keberatan, tapi KPU bergeming," kata Sekretaris Jendral (Sekjend) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP Muhammad Romahurmuziy, melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Sabtu (13/10/2010).
Politikus partai berlambang Kabah ini menilai, diterapkannya sipol belum tentu semua pengurus partai politik bisa menggunakan sistem yang sudah diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurutnya Pegawai Negeri Sipil Saja (PNS) saja belum tentu bisa mengaplikasikan komputer dengan baik apalagi pengurus partai.
"Jangankan aparat partai, PNS saja di daerah belum tentu semua melek komputer untuk menginput data Sipol," kilahnya.
Namun, Ketua Komisi IV ini tetap meyakinkan sebagai parpol yang taat terhadap peraturan, partainya akan tetap menjalankan sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Bahwa itu menyulitkan iya, namun sebagai parpol yang taat asas, kita tetap mengikuti ketentuan yang ada," pungkasnya.
(mhd)