Yusril: Presiden enggak komitmen dengan ucapannya

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 20:50 WIB
Yusril: Presiden enggak...
Yusril: Presiden enggak komitmen dengan ucapannya
A A A
Sindonews.com - Setelah memberikan grasi terhadap pelaku narkoba kelas kakap asal Australia Schapelle Corby, baru-baru ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi terhadap Deni Setia Maharwan dan Merika Pranola alias Ola.

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra menilai presiden mengingkari komitmennya sendiri terhadap pemberantasan narkotika, obat-obatan terlarang serta zat adiktif lain (narkoba).

Pasalnya, pada puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Tahun 2007 silam, Presiden sempat menyatakan tidak akan mengabulkan permohonan grasi yang dialamatkan padanya.

"Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi kita sudah lawan di pengadilan TUN (Tata Usaha Negara). Tapi ditolak perkara kita. Kita kecewa, tapi apa boleh buat. Kalau sekarang ini ada grasi lagi, kita tidak tahu lagi alasan presiden," kata Yuril, saat dihubungi wartawan, Jakarta (12/20/2012).

Menurutnya, presiden, memang mempunyai hak konstitusional untuk memberikan pengampunan pada narapidana. Namun, seharusnya presiden bijak dan tidak menggunakan hak tersebut pada kasus yang membawa pengaruh negatif pada generasi penerus bangsa.

"Kita tidak mengerti (alasan presiden), kecuali presiden yang berikan penjalasan resmi dari mulutnya sendiri, mengapa kebijakan itu diambil. Tapi sebaiknya, tidak perlu beri garasi pada narkotika mengingat dampak yang besar," tegas Yusril.

Seperti diketahui, Yusril pernah menjadi kuasa hukum Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) menggugat Keputusan Presiden (Keppres) No 22/G Tahun 2012 dan No 23/G tahun 2012 yang memberikan grasi pada Schapelle Leigh Corby dan Peter Achim Franz Groobman pada PTUN Jakarta.

Namun upaya hukum ini kandas, majelis hakim menyatakan grasi adalah hak prerogratif presiden yang tidak bisa menjadi objek sengketa TUN.
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved