Anggaran intelijen Polsek akan ditingkatkan
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 14:26 WIB
Anggaran intelijen Polsek akan ditingkatkan
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta meningkatkan anggaran untuk kerja intelijen di lapangan, khususnya Kepolisian Sektor (Polsek). Pasalnya, anggaran untuk kerja intelijen Polsek dinilai sangat kecil, tak pelak jika kinerja mereka terlihat lemah.
Saat ini diketahui anggaran intelijen Polsek hanya Rp500 ribu setiap bulannya.
"Anggaran intelijen Polsek yang hanya Rp500 ribu setiap bulan tidak cukup. Kalau kita pikir apa dengan angka segitu bisa mencukupi? buat beli cendol aja sudah habis," kata Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika, di Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dengan angka segitu, lanjut Pasek, mereka diminta untuk mencukupi delapan hingga sepuluh anggota intelijen Polsek setiap bulannya. Karena itu, dia berharap nantinya nominal tersebut dapat ditingkatkan.
"Saya berharap nanti bisa ditingkatkan melebihi anggaran sebelumnya, dan kami akan upayakan," harapnya.
Politikus Partai Demokrat ini berpendapat, kalau anggota Komisi III kini terus berupaya menambah jumlah personel kepolisian hingga memenuhi kuota keamanan yang diharapkan. Alasannya, satu polisi berbanding dengan 500 masyarakat.
Saat ini diketahui anggaran intelijen Polsek hanya Rp500 ribu setiap bulannya.
"Anggaran intelijen Polsek yang hanya Rp500 ribu setiap bulan tidak cukup. Kalau kita pikir apa dengan angka segitu bisa mencukupi? buat beli cendol aja sudah habis," kata Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika, di Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Dengan angka segitu, lanjut Pasek, mereka diminta untuk mencukupi delapan hingga sepuluh anggota intelijen Polsek setiap bulannya. Karena itu, dia berharap nantinya nominal tersebut dapat ditingkatkan.
"Saya berharap nanti bisa ditingkatkan melebihi anggaran sebelumnya, dan kami akan upayakan," harapnya.
Politikus Partai Demokrat ini berpendapat, kalau anggota Komisi III kini terus berupaya menambah jumlah personel kepolisian hingga memenuhi kuota keamanan yang diharapkan. Alasannya, satu polisi berbanding dengan 500 masyarakat.
(rsa)