Peringatan bom Bali I, SBY dipastikan tak hadir

Kamis, 11 Oktober 2012 - 19:33 WIB
Peringatan bom Bali...
Peringatan bom Bali I, SBY dipastikan tak hadir
A A A
Sindonews.com - Peringatan bom Bali I yang akan digelar di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Kecamatan Badung, Bali, 12 Oktober 2012, dipastikan tidak dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai pengganti, SBY mengutus Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

"Sepengetahuan saya wakil pemerintah yang akan hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Luar Negeri (Menlu). Presiden menugaskan Menlu," ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah saat dihubungi, Kamis (11/10/2012).

Peringatan Bom Bali I ini rencananya akan dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Australia Julia Giliard. Menurut Faizasyah, tak masalah Presiden SBY tak hadir kendati PM Australia hadir. Pasalnya pihak pemerintah sudah diwakili oleh Menlu.

"Ini kan bukan kunjungan kenegaraan resmi, mereka hadir di Bali dalam rangka commemoration jadi saya rasa kalau sifatnya seperti itu memang tidak ada kewajiban (SBY datang)," tuturnya.

Menurut Faizasyah, Presiden sudah memiliki agenda yang telah terjadwal, karenanya tak bisa menghadiri acara yang sudah berlangsung selama 10 tahun tersebut.

"Kalau bisa hadir mungkin baik, tapi kalau dari sisi program mungkin tidak bisa. Beliau ada yang dijadwalkan jauh hari, tapi saya tidak tahu persisnya," kata Faizasyah.

Menurut Faizasyah, kehadiran Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam acara tersebut dirasa sudah tepat.

"Perwakilam pemerintah dalam hal ini Menlu sudah pas, dalam hal hubungan antarnegara. Tidak mengurangi arti penting keberadaan mereka. Dengan mengutus Menlu juga sudah merupakan wujud penghormatan kita dari segi hubungan negara," paparnya.

Apakah nanti tak khawatir dikatakan Presiden SBY kurang empati? Faizasyah menilai tak demikian. Lagipula, sambungnya, tak ada permintaan khusus agar SBY menghadiri acara tersebut.
(rsa)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved