Aktivis ragukan komitmen parpol pada perempuan
Kamis, 11 Oktober 2012 - 18:55 WIB
Aktivis ragukan komitmen parpol pada perempuan
A
A
A
Sindonews.com - Aktivis Perempuan yang tergabung dalam Kalyanamitra menilai partai politik (parpol) belum berkomitmen pada perempuan dalam berpolitik. Banyak jabatan-jabatan starategis yang seolah tak dapat disentuh kaum perempuan tanpa penilaian yang jelas.
“Memang sangat disayangkan, aturan tentang 30 persen kuota perempuan hanya sebatas syarat formal. Namun untuk posisi strategis seolah tidak ada tempat untuk perempuan. Ini sangat kita sayangkan,” ujar Direktur Peneliti Kalyanamitra Joko Sulistiyo di Jakarta, Rabu (11/10/2012).
Dia mencontohkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang baru saja usai digelar. Dari 12 figur calon (enam calon gubernur dan enam calon wakil gubernur), tak satupun ada sosok perempuan.
Padahal jika dilihat dari kualitas figur, sejatinya banyak tokoh dan aktivis perempuan di internal partai politik, namun sulit mendapat kepercayaan.
“Selain itu, daftar pemilih yang dikeluarkan KPUD DKI Jakarta menunjukkan bahwa pemilih perempuannya mencapai 3.428.507 orang, atau hampir separuh dari total pemilih yang mencapai 6.982.179 orang,” ungkapnya.
Jumlah pemilih perempuan tersebut, lanjut Joko, ternyata tak menjadi pertimbangan partai-partai politik untuk mengusung calon perempuan. Pada awalnya ada beberapa figur perempuan yang mengajukan diri dan siap menjadi cagub ataupun cawagub DKI.
“Sebut saja Wanda Hamidah, Hasnaeni atau Wanita Emas, Dan ada juga Ribka Tjiptaning. Nama-nama ini sempat mencuat namun lenyap begitu saja dan tidak lagi dilirik Parpol. Makanya kami agak ragu bahwa parpol memberi porsi perlakuan sama bagi figur perempuan dalam politik,” pungkasnya.
“Memang sangat disayangkan, aturan tentang 30 persen kuota perempuan hanya sebatas syarat formal. Namun untuk posisi strategis seolah tidak ada tempat untuk perempuan. Ini sangat kita sayangkan,” ujar Direktur Peneliti Kalyanamitra Joko Sulistiyo di Jakarta, Rabu (11/10/2012).
Dia mencontohkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang baru saja usai digelar. Dari 12 figur calon (enam calon gubernur dan enam calon wakil gubernur), tak satupun ada sosok perempuan.
Padahal jika dilihat dari kualitas figur, sejatinya banyak tokoh dan aktivis perempuan di internal partai politik, namun sulit mendapat kepercayaan.
“Selain itu, daftar pemilih yang dikeluarkan KPUD DKI Jakarta menunjukkan bahwa pemilih perempuannya mencapai 3.428.507 orang, atau hampir separuh dari total pemilih yang mencapai 6.982.179 orang,” ungkapnya.
Jumlah pemilih perempuan tersebut, lanjut Joko, ternyata tak menjadi pertimbangan partai-partai politik untuk mengusung calon perempuan. Pada awalnya ada beberapa figur perempuan yang mengajukan diri dan siap menjadi cagub ataupun cawagub DKI.
“Sebut saja Wanda Hamidah, Hasnaeni atau Wanita Emas, Dan ada juga Ribka Tjiptaning. Nama-nama ini sempat mencuat namun lenyap begitu saja dan tidak lagi dilirik Parpol. Makanya kami agak ragu bahwa parpol memberi porsi perlakuan sama bagi figur perempuan dalam politik,” pungkasnya.
(lns)