Gaji kecil bukan alasan polisi korupsi
Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Gaji kecil bukan alasan polisi korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat (PD), Edi Ramli Sitanggang menolak jika masalah penghasilan yang kecil menjadi alasan adanya korupsi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Tidak layak gaji kecil harus korupsi, banyak orang yang gajinya kurang tapi tidak korupsi. Itu hanya mencari pembenaran," katanya kepada Sindonews di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Dirinya menambahkan, kebutuhan Polri sudah disesuaikan dengan keinginan yang telah diajukan lembaga tersebut. Karenanya, ia tidak sependapat jika minimnya penghasilan menjadi alasan untuk korupsi.
"Jadi perhatikan, kan setiap tahun bertambah kebutuhan Polri, soal pengajuan (kebutuhan) mereka yang tahu. Masalah gaji tidak pas, itu masalah mental," jelas politikus Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Wakapolri Komjen Nanan Soekarna mengakui saat ini pihaknya masih memiliki kesulitan menerapkan reformasi birokrasi di institusinya. Khususnya dalam pemberantasan korupsi di birokrasi.
Jenderal bintang tiga itu beralasan, faktor terjadinya korupsi ataupun menerima suap tersebut dikarenakan penghasilan para anggota kepolisian yang masih kurang layak.
"Gaji kami kapan naik? Kami menjadi sulit untuk memberantas korupsi," imbuhnya saat menghadiri seminar nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis, (11/10/2012).
"Tidak layak gaji kecil harus korupsi, banyak orang yang gajinya kurang tapi tidak korupsi. Itu hanya mencari pembenaran," katanya kepada Sindonews di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Dirinya menambahkan, kebutuhan Polri sudah disesuaikan dengan keinginan yang telah diajukan lembaga tersebut. Karenanya, ia tidak sependapat jika minimnya penghasilan menjadi alasan untuk korupsi.
"Jadi perhatikan, kan setiap tahun bertambah kebutuhan Polri, soal pengajuan (kebutuhan) mereka yang tahu. Masalah gaji tidak pas, itu masalah mental," jelas politikus Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Wakapolri Komjen Nanan Soekarna mengakui saat ini pihaknya masih memiliki kesulitan menerapkan reformasi birokrasi di institusinya. Khususnya dalam pemberantasan korupsi di birokrasi.
Jenderal bintang tiga itu beralasan, faktor terjadinya korupsi ataupun menerima suap tersebut dikarenakan penghasilan para anggota kepolisian yang masih kurang layak.
"Gaji kami kapan naik? Kami menjadi sulit untuk memberantas korupsi," imbuhnya saat menghadiri seminar nasional di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis, (11/10/2012).
(rsa)