KPK didukung, Polri jangan dilemahkan
Kamis, 11 Oktober 2012 - 13:26 WIB
KPK didukung, Polri jangan dilemahkan
A
A
A
Sindonews.com - Kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan simulator SIM yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan dipandang sebagai upaya pelemahan institusi kepolisian.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengatakan, tidak ada upaya untuk melemahkan lembaga hukum manapun dari upaya pengusutan kasus tersebut.
Menurutnya kasus simulator SIM yang kini ditangani KPK merupakan hal yang luar biasa untuk sebuah pemberantasan korupsi pada lembaga yang selama ini tidak pernah tersentuh.
"Ini luar biasa, karena lembaga ini tidak pernah tersentuh, tapi kita juga tidak kemudian membuat Polri menjadi lemah," katanya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (11/10/2012)
Yang diharapkan banyak pihak,, seluruh lembaga hukum di Indonesia menjadi lebih kuat, termasuk Polri. Dan ke depan belajar dari kasus itu, Polri bisa berbenah lagi.
"Karena prinsip dari penegakan hukum itu akan menjadi bagus kalau semua lembaga penegak hukum itu menjadi kuat. Sehingga ini waktunya bagi Polri untuk bebenah diri, introspeksi dan melakukan perbaikan terutama membangun citranya di mata publik., di mata masyarakat," pungkasnya.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung mengatakan, tidak ada upaya untuk melemahkan lembaga hukum manapun dari upaya pengusutan kasus tersebut.
Menurutnya kasus simulator SIM yang kini ditangani KPK merupakan hal yang luar biasa untuk sebuah pemberantasan korupsi pada lembaga yang selama ini tidak pernah tersentuh.
"Ini luar biasa, karena lembaga ini tidak pernah tersentuh, tapi kita juga tidak kemudian membuat Polri menjadi lemah," katanya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (11/10/2012)
Yang diharapkan banyak pihak,, seluruh lembaga hukum di Indonesia menjadi lebih kuat, termasuk Polri. Dan ke depan belajar dari kasus itu, Polri bisa berbenah lagi.
"Karena prinsip dari penegakan hukum itu akan menjadi bagus kalau semua lembaga penegak hukum itu menjadi kuat. Sehingga ini waktunya bagi Polri untuk bebenah diri, introspeksi dan melakukan perbaikan terutama membangun citranya di mata publik., di mata masyarakat," pungkasnya.
(lns)