IPB duga beras mengandung arsenik karena pupuk
Kamis, 11 Oktober 2012 - 09:25 WIB
IPB duga beras mengandung arsenik karena pupuk
A
A
A
Sindonews.com - Belakangan dunia dihebohkan dengan rilis consumerreport.org yang menyebut kalau beras asal Thailand mengandung arsenik.
Peneliti teknik dan pengolahan pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Yadi Haryadi menduga kalau kandungan arsenik yang ada dalam beras itu berasal dari tanah dan pupuk.
"Arsenik itu masuk ke dalam beras, kemungkinan, padinya ditanam didaerah dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, yang segala macam dibuang, seperti batere dan aki," katanya, Rabu 10 Oktober 2012.
Dengan kondisi seperti itu, tanah jadi tercemar dan tidak layak ditanam. "Bisa jadi juga dari pupuk yang digunakan," katanya kepada wartawan.
Seharusnya, menurut Yadi, sebelum menanam suatu tanaman, lokasi tanah tersebut diuji dulu. "Jika tanah tersebut tercemar, maka lahan tersebut tidak layak tanam. Sebab, kandungan buah atau tanaman itu sendiri bisa berasal dari tanah, atau dari pupuk," jelasnya.
Sekedar diketahui, baru-baru ini data consumerreports.org, pada sampel beras organik asal Thailand yang mereka uji, terkandung 2,7 sampai 3,9 mikrogram arsen anorganik per 45 gram beras.
Pada periode Agustus 2011 hingga Februari 2012, impor beras Indonesia mencapai sekitar 1,8 juta ton. Indonesia mengimpor sekitar 450 ribu ton beras dari Thailand yang terdiri dari kontrak kerja sama antarpemerintah 300 ribu ton dan kontrak komersial 150 ribu ton.
Peneliti teknik dan pengolahan pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Yadi Haryadi menduga kalau kandungan arsenik yang ada dalam beras itu berasal dari tanah dan pupuk.
"Arsenik itu masuk ke dalam beras, kemungkinan, padinya ditanam didaerah dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, yang segala macam dibuang, seperti batere dan aki," katanya, Rabu 10 Oktober 2012.
Dengan kondisi seperti itu, tanah jadi tercemar dan tidak layak ditanam. "Bisa jadi juga dari pupuk yang digunakan," katanya kepada wartawan.
Seharusnya, menurut Yadi, sebelum menanam suatu tanaman, lokasi tanah tersebut diuji dulu. "Jika tanah tersebut tercemar, maka lahan tersebut tidak layak tanam. Sebab, kandungan buah atau tanaman itu sendiri bisa berasal dari tanah, atau dari pupuk," jelasnya.
Sekedar diketahui, baru-baru ini data consumerreports.org, pada sampel beras organik asal Thailand yang mereka uji, terkandung 2,7 sampai 3,9 mikrogram arsen anorganik per 45 gram beras.
Pada periode Agustus 2011 hingga Februari 2012, impor beras Indonesia mencapai sekitar 1,8 juta ton. Indonesia mengimpor sekitar 450 ribu ton beras dari Thailand yang terdiri dari kontrak kerja sama antarpemerintah 300 ribu ton dan kontrak komersial 150 ribu ton.
(ysw)