Kasus Novel jadi pembelajaran KPK
Rabu, 10 Oktober 2012 - 19:13 WIB
Kasus Novel jadi pembelajaran KPK
A
A
A
Sindonews.com - Polemik yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kompol Novel Baswedan membuat KPK menjadikan hal ini sebagai pembelajaran bagi lembaga antikorupsi itu.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto berencana menjadikan kasus tersebut sebagai dasar rujukan bahan evaluasi penyidiknya.
“Itu nanti menjadi dasar rujukan undang-undang pemerintah. Semua lembaga penegak hukum harus menghormatinya,” ucapnya, usai memberikan kuliah umum di Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/10/2012).
Menurutnya, pemilihan Kompol Novel sebagai penyidik KPK dilakukan sebelum Bambang menjabat sebagai Wakil Ketua. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Kompol Novel kini masih menjadi penyidik KPK dan masih menyelidiki kasus dugaan korupsi Simulator SIM.
“Belum ada pergesaran (penyidik). Pokoknya beri kesempatanlah,” ujarnya.
Seperti diketahui, KPK dan Polri terlibat konflik yang tajam. Hal tersebut mencuat setelah ditetapkannya mantan Korlantas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka dalam kasus Simulator SIM.
Keadaan semakin memuncak saat anggota Polda Bengkulu melakukan ‘penyerbuan’ ke KPK untuk menjemput penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan.
Novel dituduh melakukan pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu tahun 2004.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto berencana menjadikan kasus tersebut sebagai dasar rujukan bahan evaluasi penyidiknya.
“Itu nanti menjadi dasar rujukan undang-undang pemerintah. Semua lembaga penegak hukum harus menghormatinya,” ucapnya, usai memberikan kuliah umum di Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/10/2012).
Menurutnya, pemilihan Kompol Novel sebagai penyidik KPK dilakukan sebelum Bambang menjabat sebagai Wakil Ketua. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Kompol Novel kini masih menjadi penyidik KPK dan masih menyelidiki kasus dugaan korupsi Simulator SIM.
“Belum ada pergesaran (penyidik). Pokoknya beri kesempatanlah,” ujarnya.
Seperti diketahui, KPK dan Polri terlibat konflik yang tajam. Hal tersebut mencuat setelah ditetapkannya mantan Korlantas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka dalam kasus Simulator SIM.
Keadaan semakin memuncak saat anggota Polda Bengkulu melakukan ‘penyerbuan’ ke KPK untuk menjemput penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan.
Novel dituduh melakukan pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu tahun 2004.
(maf)