Solusi yang ditawarkan SBY tidak jelas
Selasa, 09 Oktober 2012 - 15:28 WIB
Solusi yang ditawarkan SBY tidak jelas
A
A
A
Sindonews.com - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait polemik yang terjadi antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai masih kurang jelas dalam memberikan solusi dalam persoalan tersebut.
Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bendera Adian Napitupulu mengatakan, pidato presiden sama sekali tidak jelas dalam memberikan solusi terkait persoalan yang terjadi antara KPK dengan Polri.
Hal itu menurutnya, terlihat ketika presiden menyebut jika kasus dugaan korupsi pengadaan simulator di Korlantas Polri ditangani KPK. Tapi, presiden juga menyerahkan persoalan pengadaan barangnya kepada Polri.
"Ini aneh, dalam pidatonya SBY mengatakan kalau kasus simulator ditangani KPK, tapi di alinea berikutnya dia bilang kalau kasus di pengadaan barang Polri ditangani Polri. Sementara kita tahu kalau pengadaan barang itu merupakan korupsi terbesar," katanya di Posko Bendera, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2012).
Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, jalan keluar yang ditawarkan Presiden SBY melalui pidatonya sangat aneh. Karena, selama ini korupsi terbesar di Polri ada pada pengadaan barang dan jasa.
"Pidato SBY aneh, ini sangat aneh. Korupsi terbesar di Polri ada di pengadaan barang, kenapa justru Polri yang mengatasi. Ini kan jeruk makan jeruk," tandasnya.
Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bendera Adian Napitupulu mengatakan, pidato presiden sama sekali tidak jelas dalam memberikan solusi terkait persoalan yang terjadi antara KPK dengan Polri.
Hal itu menurutnya, terlihat ketika presiden menyebut jika kasus dugaan korupsi pengadaan simulator di Korlantas Polri ditangani KPK. Tapi, presiden juga menyerahkan persoalan pengadaan barangnya kepada Polri.
"Ini aneh, dalam pidatonya SBY mengatakan kalau kasus simulator ditangani KPK, tapi di alinea berikutnya dia bilang kalau kasus di pengadaan barang Polri ditangani Polri. Sementara kita tahu kalau pengadaan barang itu merupakan korupsi terbesar," katanya di Posko Bendera, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2012).
Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, jalan keluar yang ditawarkan Presiden SBY melalui pidatonya sangat aneh. Karena, selama ini korupsi terbesar di Polri ada pada pengadaan barang dan jasa.
"Pidato SBY aneh, ini sangat aneh. Korupsi terbesar di Polri ada di pengadaan barang, kenapa justru Polri yang mengatasi. Ini kan jeruk makan jeruk," tandasnya.
(lil)