Pertemuan KPK-Polri tak ada manfaatnya
Senin, 08 Oktober 2012 - 12:22 WIB
Pertemuan KPK-Polri tak ada manfaatnya
A
A
A
Sindonews.com - Pertemuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, ternyata menuai kritikan. Pasalnya, pertemuan itu tidak akan menemukan titik terang pada kedua lembaga itu, justru memperkeruh suasana.
"Saya melihat jika benar nanti ada pertemuan pimpinan KPK dan Kapolri tidak menghasilkan sesuatu yang riil. Nanti mungkin hanya cipika-cipiki, cium pipi kanan, cium pipi kiri dan tidak menghasilkan formula untuk menyelesiakan permasalahan yang ada," kata Ketua Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Yogyakarta Zainal Arifin Mochthar, Senin (8/10/2012).
Jangan sampai, lanjutnya, pertemuan kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu menghasilkan win-win solution dalam perkara pengadaan simulasi SIM yang tengah ditangani tersebut.
Intervensi Presiden, lanjutnya, menjadi penting agar lembaga penegak hukum antikorupsi seperti KPK bisa menangani kasus simulasi SIM itu.
"Tidak sepantasnya, terduga yang melakukan kasus korupsi oleh polisi, tetapi dalam menangani perkara dari pihak kepolisian sendiri. Seharusnya, KPK lah yang sepatutnya menangani kasus itu," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, hari ini KPK dan Polri melakukan pertemuan tertutup terkait konflik yang selama ini terjadi antara keduanya. Kedua itu berencana melakukan pertemuan untuk membahas persoalan kriminalisasi penyidik KPK Novel Baswedan.
"Hari ini memang direncanakan Ketua KPK (Abraham Samad) akan bertemu dengan Kapolri (Jenderal Timur Pradopo) membahas situasi yang menurut publik tidak kondusif," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, topik yang akan dibicarakan antara lain terkait penanganan kasus simulator SIM di Korps lalu lintas (Korlantas). Dalam kasus itu, KPK dan Polri memiliki tiga tersangka yang sama.
"Saya melihat jika benar nanti ada pertemuan pimpinan KPK dan Kapolri tidak menghasilkan sesuatu yang riil. Nanti mungkin hanya cipika-cipiki, cium pipi kanan, cium pipi kiri dan tidak menghasilkan formula untuk menyelesiakan permasalahan yang ada," kata Ketua Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Yogyakarta Zainal Arifin Mochthar, Senin (8/10/2012).
Jangan sampai, lanjutnya, pertemuan kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu menghasilkan win-win solution dalam perkara pengadaan simulasi SIM yang tengah ditangani tersebut.
Intervensi Presiden, lanjutnya, menjadi penting agar lembaga penegak hukum antikorupsi seperti KPK bisa menangani kasus simulasi SIM itu.
"Tidak sepantasnya, terduga yang melakukan kasus korupsi oleh polisi, tetapi dalam menangani perkara dari pihak kepolisian sendiri. Seharusnya, KPK lah yang sepatutnya menangani kasus itu," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, hari ini KPK dan Polri melakukan pertemuan tertutup terkait konflik yang selama ini terjadi antara keduanya. Kedua itu berencana melakukan pertemuan untuk membahas persoalan kriminalisasi penyidik KPK Novel Baswedan.
"Hari ini memang direncanakan Ketua KPK (Abraham Samad) akan bertemu dengan Kapolri (Jenderal Timur Pradopo) membahas situasi yang menurut publik tidak kondusif," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, topik yang akan dibicarakan antara lain terkait penanganan kasus simulator SIM di Korps lalu lintas (Korlantas). Dalam kasus itu, KPK dan Polri memiliki tiga tersangka yang sama.
(mhd)