Presiden soroti rumah dinas prajurit TNI
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 15:56 WIB
Presiden soroti rumah dinas prajurit TNI
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah menjamin pembangunan kekuatan TNI tidak hanya terpaku pada kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista). Saat ini sedang direncanakan untuk melakukan pembangunan perumahan prajurit dalam skala besar sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.
SBY mengatakan, pembangunan perumahan prajurit TNI dalam skala besar itu akan dilakukan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Dirinya telah memerintahkan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan tiga Kepala Staf Angkatan untuk bersinergi dan bekerja sama dalam upaya mewujudkan program tersebut.
Menurut Presiden, dalam pembangunan perumahan itu TNI bisa melibatkan Satuan Zeni TNI Angkatan Darat agar pembengunannya lebih cepat dan lebih efisien.
“Dan dengan tetap menjaga kualitas bangunan,” tegasnya dalam pidato saat peringatan HUT TNI Ke-67 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Selain membangun perumahan prajurit, Presiden juga menyoroti tentang aturan rumah dinas. Dia mengingatkan jajaran TNI agar aturan tentang penggunaan rumah dinas TNI ini ditetapkan dengan jelas dan tegas.
“Tidak boleh lagi muncul persoalan tentang hak penggunaan rumah dinas di lingkungan TNI sebagaimana yang terjadi saat ini,” katanya.
Menurut dia, selama ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit, seiring dengan upaya pemerintah untuk memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran bagi kesejahteraan prajurit secara berkelanjutan.
Karenanya, kepada para prajurit juga diminta agar memiliki kedisplinan dan kemampuan yang tinggi, serta memiliki kecakapan yang diperlukan dalam mengawaki alutsisa.
“Teruslah berlatih agar kalian siap mengembang tugas negara dan menjadi benteng dan andalan utama bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional kita,” pesannya.
SBY mengatakan, pembangunan perumahan prajurit TNI dalam skala besar itu akan dilakukan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Dirinya telah memerintahkan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan tiga Kepala Staf Angkatan untuk bersinergi dan bekerja sama dalam upaya mewujudkan program tersebut.
Menurut Presiden, dalam pembangunan perumahan itu TNI bisa melibatkan Satuan Zeni TNI Angkatan Darat agar pembengunannya lebih cepat dan lebih efisien.
“Dan dengan tetap menjaga kualitas bangunan,” tegasnya dalam pidato saat peringatan HUT TNI Ke-67 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Selain membangun perumahan prajurit, Presiden juga menyoroti tentang aturan rumah dinas. Dia mengingatkan jajaran TNI agar aturan tentang penggunaan rumah dinas TNI ini ditetapkan dengan jelas dan tegas.
“Tidak boleh lagi muncul persoalan tentang hak penggunaan rumah dinas di lingkungan TNI sebagaimana yang terjadi saat ini,” katanya.
Menurut dia, selama ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan prajurit, seiring dengan upaya pemerintah untuk memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran bagi kesejahteraan prajurit secara berkelanjutan.
Karenanya, kepada para prajurit juga diminta agar memiliki kedisplinan dan kemampuan yang tinggi, serta memiliki kecakapan yang diperlukan dalam mengawaki alutsisa.
“Teruslah berlatih agar kalian siap mengembang tugas negara dan menjadi benteng dan andalan utama bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional kita,” pesannya.
(rsa)