Jenderal Djoko, jujurlah!
Kamis, 04 Oktober 2012 - 18:14 WIB
Jenderal Djoko, jujurlah!
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka kasus Pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo diharapkan mau berkata jujur dalam pemeriksaan yang akan dijalaninya besok di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua KPK Abraham Samad mengharapkan, dalam pemeriksaan besok, Djoko mau berkata jujur dan tidak ada yang ditutupinya.
"Jujur dalam arti mengatakan semua, apa yang sebenarnya terjadi. Bukan mengenai siapa, tetapi dia akan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya," kata Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Sementara Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan hal yang kurang lebih sama dengan Abraham. Dimana Busyro menginginkan DS untuk menunjukkan 'keteladanannya' dengan hadir dalam pemeriksaan besok.
"Oh, tentulah. Tunjukkan keteladanannya, gitu lah. Lebih baik besok hadir itu lebih bagus itu," jelasnya.
Busyro sendiri yakin jika DS akan memenuhi panggilan KPK, dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. "Saya yakin (Djoko) hadir," tukasnya.
Sebelumnya diketahui, DS tidak hadir pada panggilan pertama pemeriksaan sebagai tersangka di KPK Jumat minggu lalu. Dia hanya mengirimkan tim kuasa hukumnya ke KPK untuk menyerahkan surat yang berisi mantan gubernur Akpol ini tidak akan hadir.
Melalui kuasa hukumnya, Djoko akan hadir setelah ada fatwa dari MA mengenai siapa yang berhak menangani kasus yang menyeretnya ini. Karena kasus ini sampai sekarang masih ditangani oleh KPK maupun Mabes Polri.
Di sisi lain, MA sendiri menyatakan tidak akan menanggapi surat dari DS tersebut. Hal itu karena MA hanya bisa menerima permohonan fatwa dari instansi.
Ketua KPK Abraham Samad mengharapkan, dalam pemeriksaan besok, Djoko mau berkata jujur dan tidak ada yang ditutupinya.
"Jujur dalam arti mengatakan semua, apa yang sebenarnya terjadi. Bukan mengenai siapa, tetapi dia akan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya," kata Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Sementara Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan hal yang kurang lebih sama dengan Abraham. Dimana Busyro menginginkan DS untuk menunjukkan 'keteladanannya' dengan hadir dalam pemeriksaan besok.
"Oh, tentulah. Tunjukkan keteladanannya, gitu lah. Lebih baik besok hadir itu lebih bagus itu," jelasnya.
Busyro sendiri yakin jika DS akan memenuhi panggilan KPK, dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. "Saya yakin (Djoko) hadir," tukasnya.
Sebelumnya diketahui, DS tidak hadir pada panggilan pertama pemeriksaan sebagai tersangka di KPK Jumat minggu lalu. Dia hanya mengirimkan tim kuasa hukumnya ke KPK untuk menyerahkan surat yang berisi mantan gubernur Akpol ini tidak akan hadir.
Melalui kuasa hukumnya, Djoko akan hadir setelah ada fatwa dari MA mengenai siapa yang berhak menangani kasus yang menyeretnya ini. Karena kasus ini sampai sekarang masih ditangani oleh KPK maupun Mabes Polri.
Di sisi lain, MA sendiri menyatakan tidak akan menanggapi surat dari DS tersebut. Hal itu karena MA hanya bisa menerima permohonan fatwa dari instansi.
(ysw)