Presiden harus tolak pelemahan KPK

Selasa, 02 Oktober 2012 - 14:53 WIB
Presiden harus tolak...
Presiden harus tolak pelemahan KPK
A A A
Sindonews.com - Polemik berkepanjangan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat revisi UU No 30/2002 dipandang Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, harus secara tegas dihentikan.

Seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyo tidak bisa tinggal diam dan menunggu perkembangan polemik ini.

Menurut Ray, dengan kewenangan yang dimiliki, seharusnya Presiden dapat bertindak dan menyatakan ketidaksetujuannya atas revisi UU KPK.

Keterlibatan Presiden secara langsung dalam upaya penguatan pemberantasan korupsi lebih penting dari sekedar slogan dan perkataan.

"Tentu saja, kalau presiden menyatakan menolak revisi UU KPK maka pembahasan revisinya akan berhenti. Jadi di sini keterlibatan pemerintah jadi signifikan," ucapnya, Selasa (2/10/2012).

Poin lain yang sangat penting untuk dicermati, adalah KPK yang harus tetap fokus pada pengungkapan kasus korupsi. Ray menyarankan, sebaiknya energi lembaga superbody itu tidak digunakan untuk berpolemik di luar tugas-tugas mereka.

"Kasus seperti wisma atlet, Hambalang, simulator SIM Polri, dan Bank Century harus benar-benar digawangi. Ada kesan, kasus-kasus itu mulai mandek dan KPK terkesan sibuk dengan urusan pemangkasan kewenangan," katanya.

Kemudian terkait revisi UU KPK, aktivis antikorupsi ini menilai sebaiknya diserahkan pada rakyat. Dia memandang, biarkan rakyat yang memutuskan soal pemangkasan kewenangan KPK itu atau tidak.

Jika tidak, Ray mengimbau rakyat agar bersama-sama mendatangi Gedung DPR untuk menyatakan penolakan.

"Jika penting, rakyat mengajukan penggantian anggota DPR yang ngotot agar revisi UU pelemahan KPK itu dilanjutkan. Yang utama sekarang itu mengarahkan pandangan ke DPR. Jangan sibukan KPK dengan kunjungan-kunjungan kita untuk menandakan dukungan. Dukungan terhadap KPK adalah mendatangi DPR untuk meminta mereka mengentikan upaya pelemahan KPK," tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
Berita Terkini
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved