Demokrat berharap DS penuhi panggilan KPK
Selasa, 02 Oktober 2012 - 12:57 WIB
Demokrat berharap DS penuhi panggilan KPK
A
A
A
Sindonews.com - Djoko Susilo (DS), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di korlantas Mabes Polri sudah dua kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Maka itu, pada pemanggilan berikut, yang bersangkutan diyakini akan memenuhi panggilan tersebut, tanpa melalui panggilan paksa.
"Saya kira pasti masih bisa (dipanggil) dengan komunikasi yang baik, kalau belum hadir mungkin ada halangan, tidak perlu over reaktif," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Dia mengingatkan masing-masing pihak, untuk saling memahami. Hal terpenting adalah, bagaimana proses hukum ini bisa berjalan dengan baik. "Masalah ini harus diselesaikan dengan musyawarah. Kalau (DS) dipanggil KPK tak ada salahnya hadir dan kita tidak bisa merasa lebih hebat kan," tegasnya.
Namun ketika dikonfirmasi, apakah perlu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan. Menurutnya hal itu belum perlu, karena dia yakin, KPK bisa menyelesaikannya.
"Saya ini bingung, semua jangan ditarik ke Presiden. Kalau Presiden panggil Kapolri kan tidak harus diumumkan juga. Saya sedih saja kalau semua ditarik ke Presiden," pungkasnya.
Maka itu, pada pemanggilan berikut, yang bersangkutan diyakini akan memenuhi panggilan tersebut, tanpa melalui panggilan paksa.
"Saya kira pasti masih bisa (dipanggil) dengan komunikasi yang baik, kalau belum hadir mungkin ada halangan, tidak perlu over reaktif," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Dia mengingatkan masing-masing pihak, untuk saling memahami. Hal terpenting adalah, bagaimana proses hukum ini bisa berjalan dengan baik. "Masalah ini harus diselesaikan dengan musyawarah. Kalau (DS) dipanggil KPK tak ada salahnya hadir dan kita tidak bisa merasa lebih hebat kan," tegasnya.
Namun ketika dikonfirmasi, apakah perlu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan. Menurutnya hal itu belum perlu, karena dia yakin, KPK bisa menyelesaikannya.
"Saya ini bingung, semua jangan ditarik ke Presiden. Kalau Presiden panggil Kapolri kan tidak harus diumumkan juga. Saya sedih saja kalau semua ditarik ke Presiden," pungkasnya.
(maf)