PT HIP setor uang demi keamanan Buol
Senin, 01 Oktober 2012 - 22:45 WIB
PT HIP setor uang demi keamanan Buol
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu perusahaan milik Hartati Murdaya yakni PT Hardaya Inti Plantation diketahui pernah menyetor uang sebesar Rp1 miliar untuk Bupati Buol, Amran Batalipu. Pemberian uang tersebut sebagai bantuan pengamanan lahan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT HIP.
Pernyataan itu diungkapkan staf Financial Controller PT Central Cipta Murdaya (CCM), Kirana Wijaya saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Yani Anshori di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Dia mengungkapkan PT HIP sebagai anak perusahaan CCM, diminta memberikan uang oleh Bupati Buol untuk digunakan sebagai bantuan sosial bagi masyarakat sekitar perkebunan.
"Saya pernah mendengar rencana pemberian uang Rp1 miliar itu. Uang itu untuk bantuan sosial. Saat itu Ibu Hartati sangat khawatir dengan situasi keamanan di pabrik," kata Kirana menjawab pertanyaan majelis hakim di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut Kirana, dengan kondisi daerah Buol yang tidak kondusif menjadi salah satu dasar PT HIP untuk memenuhi permintaan uang sebesar Rp1 miliar itu. Saat itu, banyak terjadi aksi demonstrasi baik warga dan karyawan menuntut kompensasi.
Dari kondisi itu, Amran Batalipu meminta sejumlah uang kepada perusahaan Hartati. Dengan uang itu, Amran meyakini dapat meredam aksi massa yang sempat membuat kantor tidak beroperasi selama beberapa hari.
“Akhirnya PT HIP menyetujui permintaan dana bantuan sosial untuk warga itu karena semata-mata untuk keamanan pabrik dan perkebunan,“ jelasnya.
Kirana meyakinkan, uang Rp1 miliar itu sama sekali tidak terkait dengan perizinan lahan atau pengurusan HGU sebagaimana yang didakwakan.
"Ibu Hartati sangat khawatir dengan situasi keamanan. Makanya Hartati menolak penyerahannya setengah-setengah karena situasi keamanan saat itu," bebernya.
Pernyataan itu diungkapkan staf Financial Controller PT Central Cipta Murdaya (CCM), Kirana Wijaya saat memberikan kesaksian untuk terdakwa Yani Anshori di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Dia mengungkapkan PT HIP sebagai anak perusahaan CCM, diminta memberikan uang oleh Bupati Buol untuk digunakan sebagai bantuan sosial bagi masyarakat sekitar perkebunan.
"Saya pernah mendengar rencana pemberian uang Rp1 miliar itu. Uang itu untuk bantuan sosial. Saat itu Ibu Hartati sangat khawatir dengan situasi keamanan di pabrik," kata Kirana menjawab pertanyaan majelis hakim di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Menurut Kirana, dengan kondisi daerah Buol yang tidak kondusif menjadi salah satu dasar PT HIP untuk memenuhi permintaan uang sebesar Rp1 miliar itu. Saat itu, banyak terjadi aksi demonstrasi baik warga dan karyawan menuntut kompensasi.
Dari kondisi itu, Amran Batalipu meminta sejumlah uang kepada perusahaan Hartati. Dengan uang itu, Amran meyakini dapat meredam aksi massa yang sempat membuat kantor tidak beroperasi selama beberapa hari.
“Akhirnya PT HIP menyetujui permintaan dana bantuan sosial untuk warga itu karena semata-mata untuk keamanan pabrik dan perkebunan,“ jelasnya.
Kirana meyakinkan, uang Rp1 miliar itu sama sekali tidak terkait dengan perizinan lahan atau pengurusan HGU sebagaimana yang didakwakan.
"Ibu Hartati sangat khawatir dengan situasi keamanan. Makanya Hartati menolak penyerahannya setengah-setengah karena situasi keamanan saat itu," bebernya.
(lns)