Komisi I tanya Panglima TNI soal KRI Klewang
Minggu, 30 September 2012 - 08:01 WIB
Komisi I tanya Panglima TNI soal KRI Klewang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi I DPR akan mempertanyakan insiden terbakarnya KRI Klewang di Banyuwangi, Jawa Timur, kepala Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI dalam rapat kerja Senin 1 Oktober 2012 mendatang.
Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik mengatakan, pihaknya ingin mengetahui secara lengkap mengenai KRI Klewang. Pasalnya, sebelumnya Panglima TNI menyebut kapal siluman tersebut belum diserahterimakan kepada pihak TNI.
"Saya sudah konfirmasi langsung kepada Panglima TNI, kapal tersebut ternyata masih dalam tahap uji coba dan belum diserahterimakan kepada pihak TNI. Tapi hal ini akan kami tanyakan saat raker (rapat kerja) dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI nanti," katanya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (30/9/2012).
Dia mengungkapkan, masyarakat sebaiknya menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya kapal tersebut. " Dugaan sementara, KRI Klewang terbakar karena masalah korsleting listrik," ujarnya.
Seperti diketahui, KRI Klewang yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi, ludes terbakar pada Jumat 28 September 2012 sore. Tidak satupun barang dari kapal yang kini bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi itu berhasil diselamatkan.
Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal perang jenis Trimaran yang disebut-sebut tercanggih ini. Saat kapal perang ini terbakar, sebenarnya masih dalam proses finishing, karena puluhan pekerja masih ada yang memasang mesin.
KRI Klewang sendiri sebenarnya memiliki kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, dan didesain untuk berpatroli di pesisir pantai yang panjang.
Konstruksi kapal ini pun memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih ringan, efisien dalam biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, dan tidak mengandung unsur magnet.
Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidik mengatakan, pihaknya ingin mengetahui secara lengkap mengenai KRI Klewang. Pasalnya, sebelumnya Panglima TNI menyebut kapal siluman tersebut belum diserahterimakan kepada pihak TNI.
"Saya sudah konfirmasi langsung kepada Panglima TNI, kapal tersebut ternyata masih dalam tahap uji coba dan belum diserahterimakan kepada pihak TNI. Tapi hal ini akan kami tanyakan saat raker (rapat kerja) dengan Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI nanti," katanya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (30/9/2012).
Dia mengungkapkan, masyarakat sebaiknya menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya kapal tersebut. " Dugaan sementara, KRI Klewang terbakar karena masalah korsleting listrik," ujarnya.
Seperti diketahui, KRI Klewang yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi, ludes terbakar pada Jumat 28 September 2012 sore. Tidak satupun barang dari kapal yang kini bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi itu berhasil diselamatkan.
Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal perang jenis Trimaran yang disebut-sebut tercanggih ini. Saat kapal perang ini terbakar, sebenarnya masih dalam proses finishing, karena puluhan pekerja masih ada yang memasang mesin.
KRI Klewang sendiri sebenarnya memiliki kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, dan didesain untuk berpatroli di pesisir pantai yang panjang.
Konstruksi kapal ini pun memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih ringan, efisien dalam biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, dan tidak mengandung unsur magnet.
(lil)