SBY pantau tenggelamnya KMP Bahuga Jaya
Sabtu, 29 September 2012 - 05:34 WIB
SBY pantau tenggelamnya KMP Bahuga Jaya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata memantau perkembangan dalam negeri, ditengah padatnya jadwal kunjungan kerjanya ke luar negeri, New York, Amerika Serikat (AS). Diantara peristiwa besar yang menjadi pantauan Presiden adalah, tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahuga Jaya di laut Selat Sunda.
"Tadi terakhir saya berbicara dengan Menteri Perhubungan, saya minta dilapori upaya pencarian, bukan hanya saudara kita yang terkena musibah, tapi juga kapalnya tenggelam di mana. Laporan terkini yang saya terima tadi, memang dari 214 orang, 7 saudara kita tidak bisa diselamatkan, tapi yang lain selamat," ujar SBY dilansir dalam situs resmi kepresidenan, Sabtu (29/9/2012).
Ditambahkan dia, laporan tentang sebab tenggelamnya kapal sudah dia ketahui. Untuk itu, Presiden meminta agar investigasi dilaksanakan.
"Laporan yang saya terima, kapal kita ditabrak oleh kapal Singapura. Kapal itu sendiri setelah satu jam baru tenggelam dan yang saya tahu asuransi sudah diberikan, baik kepada pemilik mobil yang tenggelam, maupun kepada keluarga yang mengalami musibah," tambahnya.
Dia melanjutkan, berdasarkan laporan yang diterima, para korban tewas karena mengalami kepanikan. "Saya kejar lagi penjelasan mengapa 7 orang yang lain tidak bisa diselamatkan. Menurut investigasi awal memang yang lain menggunakan pelampung dan mengikuti arahan, mungkin ada kepanikan dan permasalahan tertentu, sehingga tidak bisa diselamatkan bersama yang lain," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu 26 September 2012, KMP Bahuga Jaya mengalami kecelakaan ditabrak oleh kapal kapal Norgas Cathinka, kapal milik Singapura di sekitar Perairan Selat Sunda. Dalam kejadian itu, delapan orang dikabarkan tewas, sementara ratusan lainnya luka.
"Tadi terakhir saya berbicara dengan Menteri Perhubungan, saya minta dilapori upaya pencarian, bukan hanya saudara kita yang terkena musibah, tapi juga kapalnya tenggelam di mana. Laporan terkini yang saya terima tadi, memang dari 214 orang, 7 saudara kita tidak bisa diselamatkan, tapi yang lain selamat," ujar SBY dilansir dalam situs resmi kepresidenan, Sabtu (29/9/2012).
Ditambahkan dia, laporan tentang sebab tenggelamnya kapal sudah dia ketahui. Untuk itu, Presiden meminta agar investigasi dilaksanakan.
"Laporan yang saya terima, kapal kita ditabrak oleh kapal Singapura. Kapal itu sendiri setelah satu jam baru tenggelam dan yang saya tahu asuransi sudah diberikan, baik kepada pemilik mobil yang tenggelam, maupun kepada keluarga yang mengalami musibah," tambahnya.
Dia melanjutkan, berdasarkan laporan yang diterima, para korban tewas karena mengalami kepanikan. "Saya kejar lagi penjelasan mengapa 7 orang yang lain tidak bisa diselamatkan. Menurut investigasi awal memang yang lain menggunakan pelampung dan mengikuti arahan, mungkin ada kepanikan dan permasalahan tertentu, sehingga tidak bisa diselamatkan bersama yang lain," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu 26 September 2012, KMP Bahuga Jaya mengalami kecelakaan ditabrak oleh kapal kapal Norgas Cathinka, kapal milik Singapura di sekitar Perairan Selat Sunda. Dalam kejadian itu, delapan orang dikabarkan tewas, sementara ratusan lainnya luka.
(san)